Respon Surat JMPD, Sekcam Kedung Waringin Gelar Rapat Soal Pasar

0
74
Kedung Waringin Gelar Rapat Pasar

BERITA BEKASI – Tanggapi surat Ketua LSM Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) Bekasi, Zuli Zulkipli terkait penangan sampah dan maraknya bangunan liar (bangli) yang berderet dikolong jembatan Pasar Kedung Gede, Skertaris Camat (Sekcam) Kedung Waringin, Dody Agus Supriyanto langsung menggelar rapat kerja di Aula Kantor Kecamatan Kedung Waringin Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Rapat yang dipimpin langsung Sekertaris Camat, Dody Agus Supriyanto juga diikuti Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kedung Gede, Endang Tamrin, Babinsa AD Desa Bojongsari, Serka Sudomo, Bimaspol Desa Kedung Waringin, Aiptu Giyanto Bimaspol dan Oemardani MP Kecamatan Kedung Waringin.

Kepada Beritaekspres.com, Zuli Zulkipli mengatakan, memang beberapa waktu lalu, pihaknya telah melayangkan surat ke Kecamatan Kedung Waringin terkait makin maraknya bangunan liar yang berderet disepanjang kolong jembatan Pasar Kedung Gede, sehingga menganggu aktifitas warga, termasuk tumpukan sampah pasar yang berserakan.

“Allhamdulilah, hari ini kita baru selasai rapat membahas soal penanganan bangunan liar dan permasalahan Pasar Bojong Kedung Gede dengan Pak Dody Agus Supriyanto Sekertaris Camat Kedung Waringin bersama Kepala Uptd Pasar Kedung Gede Pak Endang Tamrin dan unsur Muspika lainya,” kata Zuli, Kamis (12/12/2019).

Hasil rapat tadi sambung Zuli, munculah beberapa point untuk mengatasi permasalahan Pasar Kedung Gede tersebut. Adapun notulen rapat penanganan Pasar Bojongsari yang ditandatangani Sekcam Kedung Waringin dinataranya, kepada masyarakat khususnya yang tinggal atau berdagang di wilayah Pasar Bojong diharapkan tidak membuang sampah di sekitar wilayah Sungai Citarum dengan batas jam yang sudah ditentukan.

Sementara, untuk bangunan ruko ilegal yang dibuat secara permanen hanya bisa dilakukan secara persuasive. Dan bagi pedagang yang berada dikolong jembatan sudah ditegur dan tidak memberi izin. UPTD sendiri sangat bersyukur jika itu dibersihkan dan siap membantu untuk memberi arahan terlebih dahulu dalam satu minggu.

“Jadi, dalam kesimupulan rapat UPTD Pasar Bojong agar membuat surat edaran kepada para pedagang yang berjualan di tepi jalan dan melaksanakan pendekatan persuasif kepada para pedagang yang berjualan di jalan. UPTD Pasar Bojong mulai melaksanakan sosialisasi dari tanggal 12 sampai dengan 20 Desember 2019 kepada para pedagang yang menggunakan bahu jalan,” jelas Zuli.

Zuli juga menjelaskan bahwa, Jum’at tanggal 20 Desember 2019 seluruh masyarakat dan aparatur Kecamatan yang terdiri dari unsur Polsek, Koramil, Desa-Desa, Dinas Lingkungan Hidup (LH), Dinas Pasar dan Pol PP Kabupaten Bekasi akan melaksanakan serentak Jum’at bersih di Pasar Kedung Gede dengan titik kumpul dibatas jembatan lama Bojong pada pukul 07:30 WIB dengan komandan apel dari unsur TNI (Koramil).

Dikatakan Zuli, banyaknya pembangunan ruko yang dibangun secara ilegal dan permanen jalur keatas jembatan mulai lah banyak mengundang pedagang ilegal bermunculan lampu lapak diambil dari jalur Karawang (sangat berbahaya) meninginkan revitalisasi agar kesemerautan di Pasar Bojong segera bisa diatasi.

“Jika sulit ditangani, berkordinasi dengan Pemkab Bekasi, Jum’at, 13 Desa akan diadakan gotong – royong pembersihan,” ulasnya.

Ditambahkan Zuli, adapun untuk persiapan kegiatan nanti, dua mobil truck sampah dari UPTD Pasar Bojong, dua mobil truck sampah dari Dinas LH, enam baktor dari Sinas LH. Untuk yang menghadiri kegiatan Jum’at Bersih (Jumsih) membawa peralatan kerja bakti masing-masing.

“Masing-masing Desa dan Kecamatan Kedungwaringin mengarahkan aparaturnya sebanyak 15 orang. 15 orang unsur Kecamatan, unsur Polsek Kedungwaringin 15 orang, unsur Koramil 15 orang, 50 orang petugas kebersihan dari LH dan 20 orang dari UPTD Pasar Kedung Gede,” pungkasnya. (De/Mul)