Satu Petani Tewas, 12 Rumah Terancam Longsor di Garut

0
90
Longsor Garut

BERITA GARUT – Hujan deras yang mengguyur wilayah Garut Selatan, memakan korban seorang petani bernama Popon (56) warga Kampung Cikidang, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (16/2/2020) kemaren.

Korban, Popon, tewas ketika berjalan pulang kerumah dari sawahnya, karena tertimpa batu besar yang terbawa longsoran di Kampung Cikidang Desa Sukajaya Kecamatan Cisewu.

Kepada awak media, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, laporan yang diterimanya, longsor terjadi pada Minggu 16 Februari 2020 sore.

Sebelum longsor, korban diketahui tengah berada di sawah bersama suaminya. Saat hujan turun, korban bersama suaminya pun pulang.

“Di jalan pulang, saat melintasi jalan bertebing, tiba-tiba ada longsoran dari atas, korban tertimpa batu,” ungkap Sofyan.

Saat kejadian lanjut Sofyan, suami korban berjalan di belakang korban. Suami korban ini sebenarnya sudah berusaha mengingatkan korban untuk menghindari longsoran. Saat itu, suami korban sudah meneriaki korban untuk menghindar.

“Tapi, korban tidak sempat menghindar hingga akhirnya tertimpa material longsoran. Suaminya langsung berusaha menolong korban dan meminta bantuan warga, tapi korban sudah meninggal saat dibawa pulang ke rumah,” jelas Sofyan.

12 rumah lain terancam longsor susulan

Selain di Kecamatan Cisewu, longsor juga terjadi di Kampung Legok Bintinu Desa Sukamaju Kecamatan Talegong pada Senin 17 Februari 2020 dini hari sekitar pukul 02.00.

Longsor menimpa sebuah rumah berukuran 15 meter persegi hingga satu orang penghuni rumah atas nama Karna tertimbun longsoran.

“Proses pencarian hari ini dihentikan sementara karena lokasi hujan deras dan ada ancaman longsor susulan,” terang Tubagus.

Menurutnya, selain satu rumah tertimbun longsor yang juga menimbun penghuninya, saat ini 12 rumah lainnya dan satu Masjid juga terancam longsor susulan.

“Kondisi tanah di sekitar pun terbilang labil hingga gampang terjadi longsor susulan saat hujan. Kondisinya hujan terus, ada 12 rumah dan satu Masjid terancam longsor susulan di lokasi,” pungkasnya. (Mul)