Corona, Banyak Kegiatan Agama Halqoh El Istiqhotsah Bekasi Batal

0
163

BERITA BEKASI – Semenjak diputuskannya surat edaran Bupati Kabupaten Bekasi serta seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Maklumat Kapolri, tentang tidak diperbolehkannya mengadakan kegiatan yang mengundang keramaian masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19, Yayasan Pondok Pesantren Halqoh El-Istighotsah, terpaksa membatalkan kegiatan peringatan Milad ke-10 demi keselamatan masyarakat ditengah situasi wabah Corona.

“Yaa, benar rencananya, kami Sabtu 4 April 2020 ini agendanya tabligh akbar kaum Ibu yang kemudian dilanjut dengan malam puncak acara yang biasanya dihadiri ribuan jama’ah. Masyarakat sangat antusias dengan acara akbar ini namun semua gagal,” kata Boby Agus Ramdan kepada Beritaekspres.com, selaku Ketua Majelis Dzikir, Sabtu, (4/4/2020).

Diungkapkan Boby, tidak hanya agenda hari ini, namun agenda yang direncanakan mulai dari tanggal 28 Maret hingga 4 April 2020 pun tidak bisa diselenggarakan. Meski rasa kecewa itu sangat besar dialami dari semua jajaran yang sudah ikut berpartisipasi mempersiapkannya namun keadaan ini yang harus diterima.

“Benar, kami sudah matang mempersiapkan semuanya, mulai fasilitas panggung yang megah dan perlombaan – perlombaan, sunatan massal, pengobatan gratis, karnaval pawai ta’aruf, semalam bersama santri, tabligh akbar kaum ibu dan malam puncak peringatan Milad Ke-10, Yayasan Pondok Pesantren Halqoh El-Istighotsah,” Jelasnya Jibob sapaan akrab Ketua Majlis Dzikir Halqoh El-Istighotsah ini.

Namun demikian, Jibob pun mengungkapkan, bahwa semua dilakukan dalam rangka ikhtiar dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang harus hilang secepatnya dari Negara Indonesia ini.

“Kita semua sedih, tidak bisa memperingati hari jadi Pondok Pesantren yang kita cintai ini, tapi yaa gimana lagi, kita harus sama-sama ikhtiar untuk melawan virus Corona ini, kita jaga kesehatan, kita kembalikan hidup sehat agar bisa kembali menjalani aktivitas hidup dan aktivitas keagamaan tidak dapat terbatasi lagi,” pungkasnya dengan wajah berlinang air mata. (Usan)