Teriakan Keluarga Pemulung Ditengah Wabah Corona

0
757
Pemulung

BERITA BEKASI – Dengan diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di terapkan pemerintah memberi dampak memprihatinkan bagi masyarakat kalangan bawah, salah satunya warga Kampung Kali Ulu, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepada Beritaekspres.com, Dewi (22) dengan membawa kedua anaknya sambil menunggu suami mencari rongsokan mengungkapkan, keadaan hidup keluarganya semakin sulit dengan datangnya wabah virus Corona atau Covid-19 dengan berbagai aturan atau himbauan Pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus.

“Sedih bang, sebelum Corona aja hidup saya buat makan pas pasaan. Apalagi sekarang banyak aturan dan himbauan dari Pemerintah, seolah olah hidup orang seperti saya ini dibuat mati perlahan-lahan,” kata Dewi saat berbincang, Senin (20/4/2020).

Coba sekarang abang pikir kata Dewi, kita disuruh Pemerintah untuk diam dirumah saja, memangnya kita tidak punya perut apa lagi punya anak.

“Dapet kemarin bantuan nasi bungkus dari Desa, kalau harus tetap dirumah saya rasa anak saya bakal mati kelaparan,” ungkapnya lirih.

Dengan membawa gerobak dengan kardus bertuliskan:

“Kami yang tak punya penghasilan tetap disuruh berdiam dirumah, tapi yang nyuruh tak memikirkan nasib kami? lebih baik kami mati dalam mencari sesuap nasi demi anak istri dari pada mati dalam kelaparan di rumah. Selama ada virus Corona kasihanilah pemulung ini,” keluh pemulung dalam tulisan kardus diatas gerobagnya.

“Sengaja saya buat tulisan diatas gerobak supaya Pemerintah tahu apa yang saya rasakan bersama keluarga saat ini,” pungkasnya. (Usan)