OTT di UNJ, KPK Limpahkan Perkara ke Ditreskrimsus PMJ

0
129
Polda Metro Jaya

BERITA JAKARTA – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) menerima limpahan penyerahan berkas tindakan OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan pemberian THR dari Staf UNJ berinisial DAN kepada pegawai Kemendikbud RI di Gedung Kemendikbud RI, Rabu 20 Mei 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, berkas limpahan perkara dari KPK kepada Polri diserahkan pada Kamis 21 Mei 2020, langsung diteliti penyelidik untuk melakukan gelar perkara yang dipimpin Dirreskrimsus.

“Tim penyidik Ditkrimsus masih mendalami kontruksi peristiwa atas 1 dokumen dari KPK. Kemudian yang diduga 7 orang dari UNJ dan pegawai Kemendikbud dipulangkan, mereka wajib lapor,” ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Yusri, untuk mengetahui kontruksi perkaranya masih didalami. Sedangkan atas 7 orang yang berinisial DAN, K, MSE, DI, TS, DSM dan P sebagai status wajib lapor.

Sementara, dari hasil gelar perkara belum ditemukan adanya tindak pidana suap dan korupsi, sehingga belum ada tersangka dalam kasus ini serta ke 7 orang yang sempat diamankan dan diserahkan ke Polda Metro Jaya dipulangkan dan dikenakan wajib lapor.

“Meski ke 7 orang tersebut dipulangkan, penyidik akan memanggil mereka kembali untuk diklarifikasi serta kemungkinan ada saksi lainnya,” kata Yusri.

Selanjutnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Roma Hutajulu mengatakan, meski memulangkan ke 7 orang tersebut, pihaknya memastikan tetap mendalami kasus dugaan suap ini dengan supervisi dari KPK.

“Kami tetap menindaklanjuti proses penyeldikan dalam rangka mencari dan menemukan peristiwa tindak pidananya,” ujar Roma.

Sebelumnya, KPK sempat menangkap Kabag Kepegawaian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) DAN yang diduga telah menyerahkan uang THR kepada sejumlah pejabat Kemdikbud.

“Dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu 20 Mei 2020, KPK menyita barang bukti berupa uang sebesar 1.200 dolar AS dan Rp27.500.000,” pungkasnya. (Yon)