Disinyalir Bermasalah, SNIPER, Desak DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Apartemen Riverdale

0
559
Ketum SNIPER: Gunawan

BERITA BEKASI – Persoalan proyek pembangunan Apartemen Riverdale yang berlokasi di Jalan Fatahillah, Desa Kali Jaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus bergulir.

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Umum (Ketum) LSM Solidaritas Transfaransi Intelektual Pemerhati (Sniper) Indonesia, mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Bekasi, sidak dan mengevaluasi terkait perizinannya.

“Dewan harus turun sidak langsung ke lokasi pembangunan Apartemen Riverdale, karena perlu dipertanyakan proses perizinannya,” ujar Gunawan, Sabtu (6/3/2020).

Dikatakan Gunawan, jika memang tidak ada masalah dalam perizinan, kenapa sampai sekarang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Apartemen Riverdale belum juga diterbitkan.

“Dari sinilah, benang merahnya. Dewan jangan hanya diam. Ungkap saja kalau ada permainan pejabat dari pihak eksekutif,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, dinilai terlalu berani menjamin akan menerbitkan perizinan rencana pembangunan proyek Apartemen Riverdale yang berlokasi di Jalan Fatahillah, Desa Kali Jaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Ini, bisa kecebur ke lubang yang sama seperti cerita skandal perizinan mega proyek Meikarta yang menyeret mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan beberapa Kepala Dinasnya ke kursi pesakitan Tipikor. Masa, mau terulang lagi,” sindir Gunawan.

Diungkapkan Gunawan, dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi Tahun 2011-2031, lokasi pembangunan Apartemen Riverdale itu masuk zona Kuning atau zona peruntukan untuk industry, bukan peruntukan pemukiman.

“Kan, sudah banyak berdiri pabrik dilokasi tersebut, seperti pabrik kertas dan pabrik baja. Makanya, kita mendesak DPRD Kabupaten Bekasi, untuk turun langsung sidak ke lokasi Apartemen Riverdale sekalian dievaluasi perizinannya,” ulas Gunawan.

Dikatakan Gunawan, dari aspek lingkungan hidup pun rencana pembangunan Apartemen Riverdale tersebut tidak layak lingkungan, karena letaknya berdekatan dengan pabrik yang dapat menimbulkan berbagai polusi.

“Seharusnya sebelum menerbitkan izin lokasi, Pemkab Bekasi, terlebih dahulu  melakukan kajian mengenai aspek tata ruang, lingkungan hidup, fisik, kimia, biologi, sosial-ekonomi, sosial­ budaya dan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Gunawan juga perpesan kepada masyarakat sebagai calon konsumen property agar berhati-hati dalam membeli Apartemen, bukan hanya dana yang dibutuhkan, melainkan ada persyaratan lain yang harus dipenuhi yang bertujuan untuk melindungi hak penjual maupun pembeli, mengingat Apartemen atau Property, termasuk produk yang rawan disalahgunakan.

“Cek kelengkapan dokumen dari Apartemen yang akan dibeli. Pastikan bahwa Apartemen yang dijual tidak memiliki masalah hukum. Kelengkapan dokumen ini mencakup dokumen administrasi izin prinsip, izin mendirikan bangunan, dokumen izin lokasi, izin kelayakan unit Apartemen dan Sertifikat Hak Milik atau SHM,” saranya.

Dokumen administrasi tambah Gunawan, merupakan bukti bahwa Apartemen tidak dibangun ditanah bermasalah yang mampu memicu sengketa di masa depan. Sedangkan Sertifikat Hak Milik atau SHM, merupakan bukti bahwa masing-masing unit Apartemen sudah terbagi secara sah.

“Dokumen yang termasuk dalam SHM adalah salinan buku tanah, surat ukur tanah serta denah setiap unit Apartemen,” pungkasnya. (Mul/Indra)