Ketum LSM GMBI, Fauzan: Kami Bela Pancasila dan NKRI Harga Mati..!!!

0
661
Ketum LSM GMBI: H. Fauzan Rachman. SE

BERITA BANDUNG – Ketua Umum (Ketum) Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI), Fauzan Rachman menegaskan, Pancasila merupakan landasan, acuan, panduan juga pedoman resmi dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Artinya, Pancasila diposisikan sebagai sumber dari segala sumber hukum, sumber nilai, sumber moral dan lain sebagainya. Untuk itu, tidak ada lagi perubahan atau penambahan Idiologi dari Pancasila yang sudah final yang sudah disepakati para pendiri negara,” tegas Fauzan ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Kamis (2/7/2020).

Dikatakan Fauzan, pandangan hidup bangsa harus sesuai dengan ciri khas bangsa Indonesia yang diambil dari kepribadian tertinggi bangsa. Oleh karena itu, Pancasila dijadikan dasar untuk mencapai tujuan negara sebagaimana marwah yang sudah tercantum di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4 menegaskan, bangsa Indonesia memiliki dasar dan pedoman dalam berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara mendasari pasal-pasal dalam UUD 1945,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Fauzan, menjadi sebuah cita-cita hukum yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Semua Sila, dari Pancasila tidak dapat dilaksanakan secara terpisah-pisah, karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan mulai dari Sila ke-1 hingga Sila ke-5 dari Pancasila itu sendiri.

“Sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Sila ke-1 dan utama yang mendasari ke-4 Sila lainnya. Dorongan keimanan dan ketakwaan terhadap ‘Tuhan Yang Maha Esa’ menentukan kualitas dan derajat kemanusiaan seseorang diantara sesama manusia. Sehingga perikehidupan bermasyarakat dan bernegara dapat tumbuh sehat dan adil,” tuturnya.

Sila ke-1 dari Pancasila itu, lanjut Fauzan, hendaknya dapat meyakinkan bangsa Indonesia bersatu-padu dibawah nilai ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Perbedaan-perbedaan diantara sesama warga negara Indonesia tidak perlu diseragamkan. Melainkan dihayati sebagai kekayaan bersama yang wajib kita syukuri.

“Keragaman di nusantara harus dipersatukan dalam wadah negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Semua orang memiliki kedudukan yang sama sebagai warga negara. Setiap warga negara adalah rakyat. Rakyat itulah yang berdaulat dalam negara Indonesia,” ulasnya.

Ditambahkan, Fauzan Pancasila sudah memiliki makna dan nilai-nilai kehidupan paling baik, sehingga Pancasila dijadikan dasar dan motivasi dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk itu, bagi kami sebagai anak bangsa khususnya LSM GMBI menyatakan, bahwa Pancasila sudah final dan NKRI harga mati. Dan, kami menyatakan menolak keras RUU HIP yang kini menimbulkan gejolak ditengah masyarakat bahwa Pancasila sudah final,” pungkas Fauzan. (Indra)