Ketahanan Dapur Cara PKK Ponorogo Bertahan Saat Corona

0
123
PKK Ponorogo

BERITA PONOROGO – Hj. Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni selaku Ketua TP PKK Kabupaten Ponorogo, menggelorakan ketahanan pangan di masa pandemi wabah virus Corona atau Covid-19 melalui Gerakan Ketahanan Dapur. Launching Gerakan Ketahanan Dapur langsung dilaksanakan Hj. Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni, Kamis (9/7/2020) dihalaman Gedung PKK Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

“Mengisi waktu luang melalui Gerakan Ketahanan Dapur diharapkan dari hasil bercocok tanam ini bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena kalau kita bisa bercocok tanam sendiri otomatis kita bisa menghemat pengeluaran keuangan dari keluarga,” kata Hj. Sri Wahyuni Ipong Muchlissoni.

Bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan sayur mayur keluarga, menurutnya program ini juga bernilai ekonomis.

“Apabila bercocok tanam ini bisa menghasilkan hasil yang berlimpah-limpah itu malah bisa mendatangkan penghasilan tambahan buat keluarga begitu,” ungkapnya.

Tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni atas Program Gerakan Ketahanan Dapur.

“Kehadirian pak bupati sebagai bentuk dukungan penuh kepada Program Gerakan Ketahanan Dapur tersebut,” paparnya.

Anggota Komisi V DPR RI ini juga berharap program itu ditindaklanjuti seluruh keluarga.

“Harapan kami dari tim penggerak PKK Kabupaten Ponorogo dan harapan besar dari Pak Bupati program ini bisa ditindaklanjuti oleh seluruh masyarakat Ponorogo dan harapan besarnya lagi mudah-mudahan hasil dari program ini bisa melimpah,” tandasnya.

Politisi Partai Nasdem ini berharap TP PKK bisa mensosialisasikan dan mengajak anggotanya untuk bisa mensukseskan dan melaksanakan program-program ketahanan dapur.

Terpisah, Bupati Ipong Muchlissoni yakin program tersebut bisa sukses ditangan TP PKK.

“Mari kita sukseskan sampai ke tingkat dasawisma, kami yakin tiga bulan mendatang tidak ada satupun warga Ponorogo yang kekurangan sayuran atau kekurangan kebutuhan dapur. Kalau ada lebihnya bisa untuk gotong royong warga lainya,” pinta Ipong Muchlissoni. (Muh Nurcholis)