Tiga Jenderal Dicopot, IPW Apresiasi Kinerja Kapolri Idham Aziz  

0
812
Joko Chandra, Neta S Pane dan Idham Aziz

BERITA JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang sudah bergerak cepat dan bertindak tegas dalam membongkar persekongkolan jahat para Jenderal ditubuh Polri dalam melindungi buronan kelas kakap, Joko Tjandra.

Setelah Kapolri, kata Neta, mencopot dan menahan satu Brigjen dari Bareskrim, Kapolri kembali mencopot Kepala NCB Interpol Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB.

“Kali ini, IPW acung jempol dan apresiasi kepada Kapolri Idham Aziz. Pasalnya, 3 Jenderal sudah dicopot Kapolri dalam dua hari dan tentunya ini wujud dari sikap promoter untuk menjaga marwah kepolisian,” kata Neta kepada Beritaekspres.com, Sabtu (18/7/2020).

Dikatakan Neta, tentunya tidak cukup hanya sampai disitu agar kasus ini tuntas dan bisa membawa efek jera bagi para Jenderal untuk bermain – main melindungi orang – orang bermasalah ada lima hal lagi yang patut dilakukan Kapolri.

“Pertama segera membuka CCTV Bareskrim, siapa yang mendampingi dan menjemput saat Joko Tjandra datang mengurus surat jalan tersebut. Kedua, apa motivasi para Jenderal dalam memberi keistimewaan kepada buronan kelas kakap itu,” jelasnya.

Ketiga, sambung Neta, disebut – sebut dalam kasus Joko Tjandra ini ada dugaan gratifikasi dan kemana saja aliran dananya. Ke-empat, semua pihak di Polri yang terlibat dalam kasus Joko Tjandra, terutama ketiga Jenderal yang dicopot segera diproses pidana agar kasusnya bisa diproses di Pengadilan.

“Sebab, kasus persekongkolan jahat dalam melindungi buronan Joko Tjandra adalah kejahatan luar biasa. Kelima, semua pihak di luar Polri yang terlibat memberi keistimewaan kepada Joko Tjandra, mulai dari Lurah hingga Dirjen Imigrasi harus diperiksa Polri dan kasusnya diselesaikan di pengadilan,” tegasnya.

Tujuannya, lanjut Neta, agar persekongkolan jahat dalam melindungi Joko Tjandra bisa terungkap secara terang benderang dan selesai dengan tuntas di Pengadilan.

Setelah itu, tambah Neta, Polri perlu mencermati proses PK Joko Tjandra agar promoter dan jika ada indikasi negatif penyidik Bareskrim jangan segan segan menciduk oknum yang terlibat.

“Hanya dengan kerja keras yang promoter dari Kapolri Idham Azis citra Polri bisa terbangun lagi setelah dihancurkan Joko Tjandra,” pungkasnya. (Usan)