Mulai Menata, Komunitas PIF Gelar Kopdar di Hotel Shantika Bekasi

0
333
Kopdar Komunitas PIF di Hotel Shantika Bekasi

BERITA BEKASI – Komunitas Pajero Indonesia Family (PIF) dibawah kepemimpinan Presiden PIF, Sumarsono, kembali menggelar pertemuan yang berlangsung di Hotel Shantika di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.1, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu 1 Agustus 2020 kemarin.

Pertemuan dengan istilah ‘kopi darat’ atau ‘kopdar’ tersebut mulai membahas dan menata kedepan yang lebih baik untuk Komunitas PIF yang kesemuaan anggotanya menggunakan atau memiliki kendaraan roda empat jenis Pajero Sport besutan produk Mitsubishi.

Kepada Beritaekspres.com, Presiden PIF, Sumarsono mengatakan, ‘kopi darat’ atau ‘kopdar’, merupakan bagian dari silahturahmi atau komunikasi antar pengurus atau anggota yang rutin dilakukan pada setiap kesempatan guna membahas berbagai macam agenda yang sudah direncanakan dan memperkuat kekompakan.

“Kopdar itukan lazim dilakukan oleh setiap perkumpulan atau sebuah komunitas guna menjaga tali silahturahmi dan komunikasi juga penguatan antar sesama anggota. Terlebih lagi, Jumat 14 Agustus ini, kita mulai touring lagi selama 3 hari ke Jogja. Usai touring Minggunya, 23 Agustus 2020 kita menggelar baksos,” kata Sumarsono, Senin (3/8/2020).

Selain membahas baksos dan touring, sambung Sumarsono, pertemuan di Hotel Shantika kemaren juga membahas penataan peraturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga atau AD/ART serta penguatan Komunitas PIF kedepan agar menjadi sebuah komunitas yang menghasilkan energi positif.

Kita ingin, lanjut Sumarsono, PIF ini, menjadi sebuah komunitas yang menghasilkan energy positif, toleransi, tidak managemen top and down atau otoriter. Disini, semua anggota bisa berbicara memberikan pendapatnya untuk kebaikan, kemajuan dan membawa manfaat bagi para anggota ataupun diluar anggota (orang lain).

“Jadi, kita tidak ingin komunitas PIF ini hanya menjadi sekumpulan yang tidak menghasilkan energy positif, semua anggota PIF mempunyai tujuan dan hobby yang hampir sama yaitu touring dan yang paling terpenting penting happy bisa melepas penat, setelah dibebani berbagai macam pekerjaan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Sumarsono mengatakan, membahas tentang sebuah komunitas yang pertama muncul dibenak kita adalah kelompok atau perkumpulan tertentu. Komunitas memang merupakan salah satu bentuk group yang sengaja dibuat dengan tujuan tertentu.

“Hampir semua orang di dunia tergabung dalam komunitas tertentu. Namun, dari sekian banyak orang yang tergabung dalam komunitas, masih banyak orang yang tidak mengerti arti kata komunitas yang sebenarnya, karena mungkin tidak perduli dengan apa yang terjadi (cuek) atau tidak begitu aktif di komunitas tertentu yang mereka diikuti,” paparnya.

Sumarsono juga mengungkapkan, dari sekian banyak ahli yang mendefinisikan arti komunitas seperti, Soenarno, Hendro Puspito, termasuk Paul B. Horton dan Chaster L Hunt yang mengartikan bahwa, “komunitas merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berbagi satu sama lain”.

“Manfaat sebuah komunitas yang pertama adalah sebagai media penyebaran informasi. Di komunitas, setiap anggota yang tergabung dapat saling bertukar informasi baik yang dibagikan atau pun menerima yang terkait dengan tema komunitas yang dibentuk,” jelasnya.

Selain sebagai media penyebaran informasi, komunitas juga bermanfaat sebagai media untuk menjalin relasi atau hubungan antar sesama anggota komunitas yang memiliki hoby atau pun dari bidang yang sama dan bisa saling membantu satu sama lainnya.

Sumarsono menambahkan, sebelum membentuk sebuah komunitas, tentunya memilik beberapa pertimbangan dalam pembentukan komunitas yang dimaksud diantaranya:

Anggota adalah orang yang diajak untuk bergabung dalam sebuah komunitas yang diundang berasal dari bidang atau minat yang sama seperti para pencinta otomotif Mitsubishi Pajero Sport seperti yang sekarang kita bentuk “Pajero Indonesia Family” atau PIF.

Selain itu, untuk mendukung keberlangsungan komunitas, pemrakarsa komunitas menyetujui media-media yang akan digunakan untuk melancarkan seluruh program kerja yang telah dibuat di komunitas seperti program kerja dan sumber daya.

“Selain itu, pemrakarsa komunitas harus mampu membuat program kerja dan menemukan sumber daya untuk menjalankan program kerja tersebut. Inti utamanya, komunitas yang dibuat haruslah bermanfaat baik untuk para anggota ataupun orang lain,” pungkasnya. (Indra)