4 Pelaku Pembunuh Tukang Roti Asal Taiwan Dibekuk Polisi

0
211
Polda Metro Jaya

BERITA JAKARTA – Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) membekuk 4 pelaku dari 9 tersangka pembunuhan bos toko roti asal Taiwan Hsu Ming Hu (52) di Kawasan Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.

4 tersangka pembunuhan yang ditangkap itu yakni, SS (37) yang berperan sebagai otak pembunuhan yang menyuruh dan membiayai eksekutor. Sementara, tersangka AF (31) yang berperan memegangi korban saat ditusuk.

Tersangka ke-3, yang diamankan adalah FT (30) yang merekrut eksekutor dan perantara pembayaran, serta tersangka SY yang berperan mengintai korban.

Kepada awak media, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, pembunuhan tersebut berawal ketika Hsu Ming Hu yang tinggal seorang diri di Indonesia, menjalin hubungan dengan sekretaris pribadinya berinisial SS hingga SS hamil.

Barang Bukti Tersangka

“Tapi, Hsu Ming Hu menolak bertanggungjawab atas hamilnya SS. Merasa sakit hati, SS menceritakannya kepada notaris yang biasa mengurus hartanya Hsu Ming Hu untuk melakukan rencana pembunuhan,” kata Nana.

Beberapa hari kemudian, tersangka notaris inisial FN mengabarkan kepada tersangka SS bahwa ada tiga orang yang telah direkrut untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Hsu Ming Hu dengan bayaran sebesar Rp250 juta.

“SS kemudian menyanggupi dan membayar DP terlebih dulu sebesar Rp30 juta. Rp25 juta dibayar melalui transfer bank, sisanya dibayar tunai,” kata Nana.

Selanjutnya, ketiga eksekutor mengintai korban Hsu Ming Hu selama beberapa hari untuk mengetahui pola kerjanya setiap hari.

Setelah itu, para eksekutor yang sudah mengetahui pola kegiatan korban langsung menjalankan aksinya.

“Para eksekutor ini datang ke rumah korban pada 24 Juli 2020 pukul 17.30 WIB dan berpura-pura jadi pegawai pajak serta menagih pajak ke korban sebesar Rp9 miliar,” tutur Nana.

Salah satu dari tiga orang tersangka berinisial S alias Asep alias Jabrik, kata Nana, berpura-pura ke kamar kecil, lalu mengatakan kepada korban jika keran di kamar mandi tidak keluar air.

“Setelah korban ke kamar mandi, di situlah para tersangka melakukan aksi penusukan sebanyak lima kali. Dua kali di dada dan tiga kali di perut hingga korban meninggal dunia,” tuturnya.

Setelah korban meninggal, jenazah korban langsung dibawa ke dalam mobil dan dibuang ke Sungai Citarum, di daerah Subang Jawa Barat.

Selanjutnya, pada 26 Juli 2020, korban ditemukan oleh warga dan ditangani oleh Polres Subang.

“Total berjumlah ada 9 tersangka yang melakukan aksi pembunuhan berencana itu. 4 orang sudah kami tangkap dan 5 sisanya masih DPO,” jelas Nana.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan atas Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP. (Yon)