Samuel F Silaen: Akhirnya Fahri Hamzah Kembali ke Jalan yang Benar

0
533
Samuel F Silaen

BERITA JAKARTA – Siapa yang tidak tahu dengan sosok Fahri Hamzah (FH) yang identik politisi kontroversial, karena berkomentar slalu tendensius, maunya nyalain penguasa. Sepertinya FH saja yang paling tahu dan paham persoalan yang lain tak paham.

Hal tersebut, dikatakan pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen.

“Kritik pedas dan bahkan kecaman FH slalu menyasar ke lingkaran Istana, apa saja masalahnya kritikannya selalu ditembakkan ke lambung Istana. Jika saja penghuninya Soeharto maka sudah lama FH tak beredar lagi,” sindir Silaen, Kamis (24/9/2020).

Selepas dari Senayan, sambung Silaen, FH kelihatan banyak perubahan, baik sikapnya yang keliatan arogan sekarang soft, terlebih-lebih komentarnya yang meledak-ledak dan menohok Pemerintah, sekarang sudah cenderung memuji misalnya soal dinasti dan lain-lain.

“Ya lebih tepatnya, sekarang sudah lumayan berimbang dari yang selama ini sangat tendensius, seolah-olah lingkaran penghuni Istana tidak ada benarnya,” ulas Silaen.

Menurut Silaen, sosok FH kini sudah condong jadi pemuja dilingkungan Istana. Hal itu, terkonfirmasi dari pernyataan – pernyataannya di media – media.

“Banyak juga yang penasaran, sekedar ingin tahu, apa yang melatar-belakangi perubahan itu, hanya dia dan Tuhanlah yang tahu pasti,” kata Silaen.

“Ya, kita hanya menebak-nebak saja, apakah ada deal antara FH dengan lingkungan Istana?. Karena perubahan terjadi begitu tiba-tiba dan banyak pemuja rahasianya didunia maya berbalik dengan menghujat kelakuan FH yang sudah jinak itu. Sebut saja Syahganda kritik keras FH,” sambung Silaen.

Biasanya, FH slalu saja nyeleneh kalau sudah mengkritik penguasa, apa- apa salah dimatanya! Tapi kini FH sudah jadi anak manis, apa itu hanya sementara ada maunya atau murni tulus dari lubuk hatinya yang terdalam. Hanya waktulah yang bisa membuktikan semuanya itu,” imbuhnya.

Pribadi FH sepertinya sudah menyadari betul, bahwa dia saat ini sedang powerless bahkan sedang membutuhkan dukungan dan bantuan Pemerintah untuk lolosnya partai politik yang baru didirikan bersama kawan-kawannya itu.

Sikap antagonis yang dia perankan selama ini bikin banyak orang tersinggung, sekarang apapun alasannya, itu sudah tidak begitu menarik untuk dibahas lagi.

Akhirnya, FH kembali ke jalan yang benar, kalimat ini banyak ditemukan dikalangan aktivis yang sedang berkompetisi sengit, jika ada ‘pentolan’ yang tadinya rival, lalu berbalik jadi pendukung,” tutur Silaen.

Semua bisa berubah, komentar- komentar FH saat ini, sangat jauh berbeda ketika dia masih duduk di kursi empuk Senayan.

“Melihat perubahan yang terjadi itu, justru membuat orang bertanya-tanya ada apa?. Namun sekali lagi itulah nature-nya politik, tidak ada kawan yang abadi yang ada hanya kepentingan yang abadi,” pungkasnya. (Indra)