Faida Diduga Selewengkan Bantuan Covid-19 Buat Kampanye Bupati Jember

0
330
Faida Petahana Bupati Jember

BERITA JEMBER – Calon Bupati Jember (Petahana), Faida diduga melakukan penyelewengan bantuan penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 berupa beras untuk kepentingan pencalonannya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jember 2020 mendatang.

Indikasi itu, diketahui setelah foto tetanggal 26 September 2020, diduga kegiatan distribusi bantuan penanganan Covid-19 yang disinyalir digunakan untuk kepentingan Pilkada di Pendopo Wahya Wibawa Graha Jember tersebar di media sosial.

Dalam foto itu, menununjukkan sebuah mobil bak terbuka berwarna hitam masuk ke dalam Pendopo Wahya Wibawa Graha saat malam hari. Tepatnya, melalui pintu samping menuju sebuah garasi di dalam tempat tinggal Bupati Faida.

Terpisah, tim auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diketahui sedang melakukan audit dan mengalami kendala soal penyelidikan bantuan penanganan Covid-19. Hal itu, terungkap saat pertemuan antara tim auditor dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jember, KH Abdul Muqit Arief, sore kemarin.

Menurut Muqit kondisi pintu gudang masih terkunci hingga sekarang. Didalamnya terdapat berbagai macam barang sumbangan dari lembaga non Pemerintah.

Gudang tersebut berada di rumah Pendopo Wahya Wibawa Graha rumah dinas yang pernah dipakai Bupati Jember Faida selama menjabat sebelum nonaktif untuk mengikuti Pilkada 2020. Namun Muqit, tidak mengungkap pasti di mana lokasi garasi yang dimaksud.

“Yang menjadi telaah dari teman-teman BPK adalah bantuan pihak ketiga. Sudah sampai dimana penyalurannya,” ungkap Muqit.

Terkait kegiatan yang dilakukan BPK, Muqiet menghimbau pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tidak mempersulit pelaksanaan audit. Kondisi gudang yang terkunci, diakui dirinya, tidak tahu siapa yang memegang kuncinya.

“Saya sudah minta ke Kepala Bagian Umum, kemarin masih ada masalah kunci masih dipegang staf di Pendopo,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Cabup Jember, Faida saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp atau telepon selulernya pada Jumat 16 Oktober 2020 sekira pukul 14.23 WIB belum ada jawaban. (Indra)