Pandemi Covid-19, Melalui CSR PT. KIW Gelar Pelatihan Menjahit 

0
102
PT. KIW Salurkan CSR

BERITA SEMARANG – PT. Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) dimasa pandemi Covid-19 menggelar pelatihan singkat menjahit yang dilaksanakan selama 20 hari mulai 13 Oktober hingga 6 November 2020, dilokasi Desa Kangkung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak yang merupakan Desa binaaan dan pendampingan PT. KIW. Hal tersebut, disampaikan HC & GA Division Head PT. KIW, Agus Santoso di Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/10/2020).

Secara rutin, kata Agus, PT. KIW sebagai perusahaan BUMN menyisihkan sebagian labanya dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). “Saat sebelum pandemi Covid-19 muncul CSR yang dilakukan di Desa Kangkung dalam bentuk fisik yaitu perbaikan sarana prasarana infrastruktur desa dengan sistem padat karya,” ujar Agus.

Menurutnya, Kepala Desa Kangkung, Kamsari maupun Camat Mranggen, Wiwin Edi Wibowo sangat setuju dan menyambut baik CSR dari PT. KIW dalam suasana pandemi Covid-19 dialihkan dengan pelatihan singkat menjahit.

“Tanggungjawab sosial perusahaan atau lebih dikenal CSR adalah suatu konsep bahwa organisasi, termasuk perusahaan seperti PT. KIW memiliki berbagai bentuk tanggungjawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, diantaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ungkap Agus.

Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan ‘Pembangunan Berkelanjutan’, yakni suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya, tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun jangka yang lebih panjang.

“Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak, meminimalisasi dampak negatif dan memaksimalisasi dampak positif terhadap seluruh pemangku kepentingannya,” pungkas Agus. (Nining)