Sowan ke Habib Luthfi, Kapolda Bahas Permasalahan Bangsa

0
371
Kediaman Habib Luthfi bin Yahya

BERITA PEKALONGAN – Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama jajaran Forkompimda dan Gubernur Jateng sowan ke kediaman Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, Kamis (19/11/2020).

Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah hal terkait permasalahan bangsa, mulai penanganan pandemi, politik, idiologi hingga permasalahan ekonomi.

“Silaturahmi ke Habib Luthfi bersama Kapolda, Danrem, Kapolresta, Kejaksaan, Walikota semuanya komplit. Kita akan bersama-sama kompak dalam menghadapi persoalan-persoalan bangsa,” kata Ganjar.

Disampaikan, salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang pentingnya merajut kembali nilai-nilai kebangsaan. Menurut Ganjar, Habib Luthfi memberikan arahan-arahan, agar semua aparat tegas dan tidak pernah ragu dalam mengambil kebijakan.

“Kami diminta tegas dan tidak pernah ragu dalam bertindak dan bersikap, khususnya dalam menangani pandemi ini. Habib juga berpesan agar kami memperbaiki komunikasi dan relasi sosial dengan masyarakat terkait pandemi ini. Beliau sangat konsen betul dengan persoalan ini,” jelasnya.

Menurutnya, ditengah banyaknya persoalan masyarakat Jawa Tengah diminta bersatu. Dalam kondisi negara yang belum stabil, baik sisi ekonomi, sosial, kesehatan, maka seluruh jajaran Forkompimda Jateng diminta kompak dan berjalan bersama-sama.

“Insyaalah besok kami akan bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk aparatur negara untuk berembug. Ke depan, menangani persoalan-persoalan bangsa ini kita harapkan kompak dan masyarakat Jateng saling dukung, saling bersinergi,” terangnya.

“Habib Luthfi juga menyampaikan tentang pentingnya mengembalikan kebangkitan ekonomi. Beliau begitu konsen soal UMKM. Maka kita akan bergerak bersama-sama di tengah kondisi yang belum stabil ini,” tuturnya.

Disinggung terkait acara-acara keagamaan di Jawa Tengah, Ganjar mengatakan bahwa itu harus tetap berjalan. Acara keagamaan tidak boleh dilarang, tetapi semuanya harus dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai protokol kesehatan.

“Soal jumlah harus dibatasi, jarak semuanya diatur. Kapolda sudah menyiapkan, kemarin itu angkanya (izin acara) 50-100 orang. Itu angka yang masih oke. Bahkan dalam kondisi tertentu, bukan tidak mungkin kita memberikan izin lebih dari itu, tapi protokol kesehatan tetap disiapkan agar semuanya aman dan nyaman,” ujarnya.

Bersama Kapolda Jateng, pihaknya sudah mempersiapkan 450 Pondok Pesantren untuk menggelar doa bersama dengan protokol kesehatan ketat. Doa bersama itu akan menggunakan fasilitas teknologi informasi.

“Maka besok kalau kami bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat, hasilnya akan kami gulirkan ke Kabupaten dan Kota hingga desa untuk kami dorong soal ini. Agar semua bangkit kembali, semakin percaya diri untuk menghadapi semuanya, ya problem politik, sosial, ekonomi, idoiologi. Semuanya nyengkuyung bareng-bareng, ada ulama, umaro dan masyarakatnya,” pungkas Ganjar. (Nining)