Polda Metro Jaya Bekuk Komplotan Pemalsuan Hasil Swab PCR

0
262
Polda Metro Jaya

BERITA JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mengamankan tiga pelaku yang satu diantaranya MFA adalah seorang mahasiwa kedokteran di salah satu Universitas di Jakarta.

“Jadi ketiganya mahasiswa. MFA adalah mahasiswa kedokteran yang masih berpendidikan di salah satu Universitas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada awak media, Kamis (7/1/2021).

Dua pelaku lainnya, adalah EAD dan MAIS. Mereka mengaku mendapat tawaran jasa surat swab PCR tanpa tes melalui temannya di Bali.

Yusri mengungkapkan, MAIS sekitar tanggal 23 Desember 2020 itu akan berangkat ke Bali bersama EAD dan MFA. Namun ada ketentuan hasil swab PCR minimal H-2.

“Dia kemudian kontak temannya di Bali, dapatlah gambaran dari temannya di Bali (DPO). Dia bilang kalau mau berangkat, saya akan kirim surat PDF tinggal kamu ubah nama saja,” kata Yusri.

Setelah menerima kiriman file PDF dari temannya, kemudian diedit dan dimasukkan identitas. Mereka kemudian ke Bandara Soekarno Hatta dan ternyata lolos sampai ke Bali

“Yang bersangkutan mencoba masuk ke Bandara lewat Terminal 2 dan lolos berangkat ke Bali dengan hasil swab PCR palsu tersebut,” tuturnya.

Dari situlah, ketiganya menangkap peluang bisnis. Tersangka EAD kemudian mempromosikan jasa swab PCR palsu itu di akun media sosial.

“Kemudian MAIS sesampainya di Bali melalui chat dengan EAD untuk menawarkan bisnis pemalsuan swab PCR ini. Kemudian ditanggapi EAD. EAD juga mengajak MFA. EAD melakukan promosi di akun instagramnya,” jelas Yusri.

Dari promosi yang dilakukan, mereka berhasil mendapatkan 2 pelanggan. Keduanya sudah melakukan transfer ke pelaku masing-masing Rp650 Ribu.

“Dua pelanggan yang sudah mentransfer ke EAD. Tapi mereka tidak jadi mengambil hasil PCR palsu itu, karena informasinya viral di media sosial,” pungkasnya. (Yon)