Percaya Mbak You Syirik, Samuel: Gimana Dengan Percaya Informasi Intelijen?

0
163
Keterangan Foto: Ali Mochtar Ngabalin, Samuel F Silaen dan Mbak You

BERITA JAKARTA – Semua informasi yang beredar bukan untuk dipercayai membabi-buta, tapi dijadikan sebagai petunjuk permulaan dan pengingat bagi yang membutuhkan informasi. Informasi sekecil apapun demi sebuah kewaspadaan layak diantisipasi untuk kebaikan bersama.

Kaitan dengan hal tersebut, Mbak You meramal bahwa tahun 2021 akan ada huru-hara politik yang berujung pada gerakan mengganti Presiden. Tak ayal Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menanggapi ramalan dari seorang paranormal yang akrab dipanggil Mbak You tentang kondisi politik tanah air di 2021.

Pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen menanggapi, nama Mbak You sendiri sedang menjadi buah bibir setelah ramalannya mengenai kecelakaan pesawat di 2021 terbukti. Mbak You, sempat meramal bahwa akan ada pesawat dengan warna merah dan biru yang mengalami kecelakaan di tahun ini.

“Zaman dahulu dan sekarang informasi itu mahal harganya, contohnya kenapa sampai ada informan atau intelijen termasuk mata- mata alias pengintai yang kerjanya hanya memata-matai demi memperoleh sebuah informasi tertentu dan itu menggunakan anggaran yang tak terbatas alias unlimited dalam rangka memperoleh informasi yang dibutuhkan,” kata Silaen ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Selasa (12/1/2021).

Dikatakan Silaen, kategori informasi yang dibutuhkan tak terbatas itu kemudian diolah sesuai kebutuhan sebagai langkah antisipatif. Jadi kalau ada informasi permulaan maka itu perlu didalami sebagai sebuah kewaspadaan. Pada zaman dahulu para cenayang atau peramal sangat dibutuhkan oleh kerajaan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi tentang berbagai hal misalnya saja tentang gangguan keamanan yang datang dari luar ataupun dalam kerajaan.

“Raja dapat bertahan lama duduk di singgasananya, dahulu karena ditopang oleh para cenayang untuk membaca tanda-tanda alam dan lain sebagainya. Zaman sekarang ini lebih dikenal dengan istilah intelijen. Ini karena kemajuan peradaban manusia. Lalu bergeser ke hal yang logis dan terukur,” jelasnya.

Menurut Silaen, kemampuan supranatural Mba You itu karena kegelisahan batinnya lalu disampaikan ke orang lain, kemampuan tertentu yang dimilikinya bagian dari rahasia ilahi bukan harus dipercayai 100 persen, tapi ada baiknya dijadikan sebagai informasi pengingat saja, agar tidak sampai terjadi lalu menyesal kemudian.

“Memang takdir illahi itu tetap akan jadi rahasia ilahi. Anggap saja apa yang disampaikan oleh Mbak You bagian dari intelijen ala cenayang atau paranormal yang perlu diperhatikan sebagai tanda- tanda alam,” ulasnya.

Ditambahkan Silaen, apa yang disampaikan Ali Ngabalin ada benarnya dari sisi ajaran agama, soal pandangan syirik terkait apa yang disampaikan oleh Mbak You soal penglihatan spritual yang dikatakan tersebut tentu bukan untuk dipercayai oleh tiap-tiap orang, sebab ajaran agama atau keyakinan tentu itu salah dan bertentangan.

“Tak perlu mempolemikkan soal penglihatan Mbak You dengan keyakinan agama tertentu, sebab tujuan Mbak You bukan syiar keyakinan tapi ini soal pemberi tanda-tanda alam, sesuatu yang baik agar kita berserah penuh kepada yang maha kuasa dan meluputkan dari berbagai cobaan hidup yang mendera,” pungkas Silaen. (Indra)