IPW: Pesta Narkoba Kapolsek Wanita di Bandung Pukulan Telak Polri

0
129
Ketua Presidium IPW: Neta S Pane

BERITA JAKARTA – Fenomena baru sedang melanda jajaran kepolisian dimana pejabat Polri, yakni seorang Kapolsek perempuan memimpin anak buahnya melakukan “pesta” narkoba hingga mereka terciduk bareng. Hal itu diungkapkan Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane.

“IPW menilai apa yang dilakukan Kapolsek wanita di Bandung itu adalah tantangan bagi Kapolri baru Listyo Sigit Prabowo bahwa narkoba bukan hal main – main lagi, tapi sudah menggerogoti jantung kepolisian dimana seorang Kapolsek perempuan tega – teganya memimpin anak buahnya untuk menggelar pesta narkoba bareng,” tegas Neta kepada Beritaekspres.com, Kamis (18/2/2021).

IPW melihat, kasus polisi terlibat narkoba selalu berulang. Namun inilah yang pertama kali kejadian ada serombongan polisi ditangkap, karena terlibat narkoba yang dipimpin langsung Kapolseknya yaitu, seorang Kapolsek wanita.

“Ke-12 polisi yang menggunakan narkoba itu seperti gerombolan mafia narkoba yang sedang beraksi yang dipimpin bosnya, seorang Kapolsek wanita. Bagaimana pun kasus yang sangat memalukan ini merupakan pukulan telak bagi Polri, khususnya bagi Kapolri baru,” jelasnya.

IPW berharap kasus ini diusut tuntas agar diketahui apakah ke-12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa Barat atau hanya sekadar pemakai. Tapi mengingat jumlah mereka begitu besar patut diduga mereka adalah sebuah sindikat. IPW berharap dalam proses di Pengadilan ke-12 polisi itu dijatuhi vonis hukuman mati, karena sudah mempermalukan institusi Polri dan mencederai rasa keadilan publik.

Dikatakan Neta, saat ini anggota Polri Sangat rawan terlibat narkoba. Bahkan kerap menjadi inceran para bandar untuk memanfaatkannya, baik sebagai backing maupun sebagai pengedar atau pemakai. Sebab itu dari tahun ke tahun jumlah polisi yang terlibat narkoba terus bertambah.

“Hal ini dikarenakan uang yang didapat dari peredaran narkoba adalah dana segar yang gurih dan para bandar tak segan – segan memberikan dana segar itu untuk oknum polisi asal bisnisnya lancar,” kata Neta.

Ditambahkan Neta, mengingat anggota Polri sangat rawan terlibat narkoba, Mabes Polri perlu menerapkan pengawasan berjenjang, yakni setiap atasan mengawasi sikap, prilaku dan kinerja bawahannya. Begitu ada yang terindikasi terlibat narkoba langsung dipecat dan diarahkan untuk kena hukuman mati.

“Tujuannya agar narkoba tidak menjadi momok dan bahaya laten bagi institusi kepolisian. Kejadian ini, merupakan pukulan telak bagi Polri,” pungkas Neta. (Indra)