Walikota Bekasi Percepat Perbaikan Tanggul Sesuai Intruksi Menteri PUPR

0
63
Pemkot Bekasi Jawa Barat

BERITA BEKASI – Menteri PUPR RI hadir di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, sekaligus melihat tanggul yang jebol dan pemberian bantuan bersama Kapolda Metro Jaya (PMJ) dan Pangdam Jaya, Sabtu (20 /2/2021).

Setibanya, Walikota Bekasi Rahmat Effendi, sempat berbincang dengan Menteri PUPR RI, Basoeki Hadimuljono mengenai banjir yang sering melanda dibeberapa titik komplek di Kota Bekasi.

Sesuai dengan instruksi Menteri PUPR bahwa pada tahun ini pengerjaan tersebut harus selesai agar tahun depan tidak ada lagi kejadian yang sama.

Di Perum Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, ketinggian air mencapai leher orang dewasa.

Banjir sendiri akibat robohnya tanggul Kali Bekasi sepanjang 60 meter dilokasi tersebut, ditambah lagi dengan curah hujan tinggi pada hulu.

“Kondisi sekarang ini, kita dibelah oleh Kali Bekasi. Kejadian yang sekarang di Pondok Gede Permai ini kan adalah curah hujan tinggi di dua bukit, Hambalang dan Sentul atau sungai Cileungsi dan Cikeas,” terang Rahmat.

Tadi pak menteri PUPR, sambung Rahmat, sudah menyampaikan bahwa tahun ini mulai dikerjakan. Dia berharap, pengerjaan perbaikan tanggul yang direncanakan selesai pada tahun ini, dapat segera dikerjakan.

“Mudah-mudahan pada tahun depan sudah tidak terlalu seperti sekarang ini, memang harus diselesaikan dari hulu sampai hilir,” ucap Rahmat.

“Makanya tahap pertama dari Kementerian PUPR itu dari pertemuan Kali Cikeas – Cileungsi sampai bendung itu tahap tahun 2021 pengerjaannya,” tambah Rahmat.

Pemerintah Kota Bekasi, telah mengajukan anggaran untuk perbaikan tanggul serta folder air pada tahun 2014 kepada Kementerian PUPR.

Setidaknya, lanjut Rahmat, ada 6 Kecamatan yang menjadi titik banjir diantaranya, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Selatan, Bekasi Barat, Bekasi Timur serta Bekasi Utara.

Sedangkan, tambah Rahmat, Pemerintah Kota Bekasi sendiri tengah dalam tahap pembangunan folder air untuk menampung debit air ketika curah hujan tinggi, diantaranya di Kecamatan Bekasi Barat, Pondok Gede dan Bekasi Timur.

“Pemkot Bekasi juga sudah melakukan pemetaan terhadap titik banjir di Kota Bekasi dengan menyiapkan folder air serta mengembalikan fungsi sungai yang diperkecil akibat bangunan serta penggunaan bantaran sungai yang dianggap menyalahi aturan,” pungkasnya (Edo)