Penembakan di Kafe, Kapolda Minta Maaf Kepada Keluarga Korban dan TNI AD

0
125
Insiden Penembakan di Kafe Cengkareng

BERITA JAKARTA – Kapolda Metro Jaya (PMJ) Irjen Pol Fadil Imran meminta maaf kepada masyarakat dan keluarga korban TNI AD atas insiden penembakan yang dilakukan oknum kepolisian yang menewaskan tiga orang di RM Kafe di Kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021) dini hari.

“Sebagai Kapolda Metro Jaya atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI-AD. Bela sungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini,” ucap Fadil Imran kepada awak media di Polda Metro Jaya.

Insiden tersebut, sambung Fadil Imran, menewaskan tiga orang dan satu orang luka – luka. Salah satu korban adalah seorang anggota aktif prajurit TNI-AD.

Menurutnya, sebagai Kapolda pihaknya sudah melaksanakan koordinasi dan komunikasi dengan Pangdam Jaya selaku penanggung jawab keamanan Garnisun Ibu Kota dan bekoordinasi dengan Pangkostrad sebagai atasan korban.

“Terhadap para korban, tim Polda Metro Jaya kami perintahkan untuk mengambil langkah-langkah untuk membantu meringankan beban dalam proses pemakaman. Saya minta ini dilakukan secara maksimal agar proses pemakaman para korban bisa berjalan lancar dan baik,” paparnya.

Pelaku pagi ini, lanjut Fadil, sudah dilakukan pemeriksaan secara marathon dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sehingga sudah didapatkan 2 alat bukti, untuk diproses secara pidana atas perbutannya yang sudah menewaskan 3 orang.

“Saya ulangi, terhadap tersangka sudah diproses langsung pagi hari ini juga dan ditemukan 2 alat bukti berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, sehingga pagi ini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dengan Pasal 338 KUHP,” tegasnya.

Sebagai Kapolda, Fadil Imran pun menyatakan akan menindak pelaku dengan tegas dan melakukam penegakan hukum yang berkeadilan.

“Kami akan memgambil langkah-langkah cepat agar tersangka bisa diproses secara pidana. Seiring dengan hal tersebut tersangka juga kami akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri,” pungkasnya. (Yon)