Covid-19 di Kota Bekasi Menurun Dari 541 Menjadi 346 Kasus

0
56
Walikota Bekasi: DR. H. Rahmat Effendi

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi memimpin rapat koordinasi evaluasi penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bekasi yang dihadiri Tim Wilayah masing-masing yang menangani pemantauan penyebaran Covid-19.

Rapat juga dihadiri 6 Camat yakni Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Pondok Melati, Bekasi Barat, Jatiasih dan Pondok Gede.

Walikota Bekasi menyampaikan, pada pekan ini terjadi penurunan penyebaran kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi, dari 541 kasus menjadi 346 kasus.

“Apresiasi sangat bagus dalam pemantauan dan sosialisasi tingkat penurunan di Kota Bekasi khususnya pantauan 6 Kecamatan pekan ini. Kita harus tetap memantau keberadaan kasus-kasus tinggi per-Kecamatan,” kata Rahmat, Senin (5/4/2021).

Diungkapkan Rahmat, angka penurunan kasus di Kota Beakasi hampir 40 persen pada pekan ini meskipun ada beberapa Kecamatan yang masih turun naik dalam angka terpapar Covid-19.

Dilaporkan bahwa angka kesembuhan sebesar 97,24 persen, angka kematian menurun menjadi 1,27 persen, Kasus aktif 1,48 persen mengacu pada WHO yang kurang dari angka 5 persen.

Kemampuan BOR di Kota Bekasi berdasarkan laporan data yakni:

RSUD Type D 63 kosong, RS Darurat Stadion PCB 109 kosong, RSUD Bekasi Utara 96 kosong, RS Swasta 561 kosong dan RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid 126 kosong. Saat ini BOR di Kota Bekasi mencapai 52,86 persen.

Rahmat berpesan, Lurah serta Camat diwilayah harus tetap menjalin koordinasi dengan 3 Pilar wilayah dalam memperketat Protokol Kesehatan (Prokes) bagi warga untuk tetap menurunkan angka kasus penyebaran di wilayah bekerja sama dengan Ketua RT dan RW.

Menjelang puasa pecan depan, Rahmat menegaskan, kepada semua Camat begitu selesai rapat koordinasi ini untuk berkoordinasi dengan Kabag Kesos mengenai ibadah sholat tarawih yang harus ada prosedur seperti Idul Fitri tahun lalu di 2020.

Ketentuannya, ada beberapa Masjid yang masih harus diatur dan diwajibkan mengenakan Protokol Kesehatan dengan ketentuan. Jika Zona Merah tidak boleh sama sekali, Zona Kuning 2 kali lipat standart Prokes dan Zona hijau standar Prokes.

Rahmat menambahkan, pada proses vaksinasi baru mencapai tahap 50 persen, tinggal 15.000 jiwa 30.000 dosis dibagi 12 Kecamatan. Pada vaksinasi ini, Kecamatan yang paling padat penduduk diberikan dosis yang banyak, sehingga progresnya cepat.

“Pada minggu ini perintahkan Kepala Puskesmas agar vaksinasi cepat selesai. Untuk proses vaksinasi bisa merangkul dan kerjasama dengan halodoc untuk vaksinasi dengan drive thru,” pungkas Rahmat. (Edo)