Mobil Pariwisata Pemprov Jabar Ditimbun Dishub Pemkab Bekasi

0
154
Mikro Bus Pariwisata

BERITA BEKASI – Satu Unit Mikro Bus Pariwisata dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk kebutuhan Pariwisata mangkrak dan terparkir tidak terurus di area Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Padahal, peruntukan kendaraan pemberian dari Pemprov Jabar tersebut, digunkan untuk memperkenalkan destinasi wisata industri di Kabupaten Bekasi.

Diketahui, ketika Kepala Dinas Perhubungan dijabat almarhumah, Aat Barhaty, kendaraan itu sempat digunakan di Jalan dan mengangkut masyarakat keliling Taman Sehati di Stadion Wibawa Mukti.

Namun, sejak Kepala Dinas dijabat Plt, Yanan Suryana, Mikro Bus Pariwisata yang bertuliskan Bekasi Industrial Tourism International (BITI) ini tidak lagi beroperasi alias mangkrak.

“Semenjak Kepala Dinas yang lama meninggal dunia mobil itu sekarang sudah tidak lagi beraktifitas cuma teronggok di area Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi,” kata pria paruh baya yang akrab disapa Mubarok kepada Beritaekspres.com, Rabu (5/5/2021).

Padahal, sambung Mubarok, masyarakat sudah bangga sama Pemerintah Kabupaten Bekasi dibawah kepemimpinan Bupati, Eka Supria Atmaja yang sudah memfasilitasi warganya.

“Dapat kendaraan khusus, gratis, tanpa pungut uang transportasi alias naik turun gratis seperti di Kota Bandung ada mobil wisata Bandros (Bandung Tour On Bus),” sindirnya.

Selain itu, Mubarok menaruh harapan kepada Plt Kadishub agar melakukan kerja nyata demi kemajuan wisata yang redup akibat pandemi Covid-19.

“Ya harapan kami selaku masyarakat Kabupaten Bekasi, kalo bisa itu Plt Kepala Dinas Perhubungan diganti aja, karena sudah tidak bisa bikin masyarakat senang dan terhibur,” jelasnya.

Harusnya mobil itu, tambah Mubarok, dioperasikan bukan diparkirin begitu saja seperti mobil odong-odong yang mogok dan bila perlu mobil khusus wisata itu di tambah lagi demi kemajuan wisata di Kabupaten Bekasi.

“Kendaraan itukan pastinya dibeli dari anggaran Pemerintah yang notabene uang masyarakat yang dikelola yang mestinya juga harus dijaga dan dirawat, bukan jadi barang rongsokan begitu,” pungkasnya. (Mul)