Komisi III DPR RI: Sistem Penyekatan Pemudik Polrestro Bekasi Perlu Dievaluasi

0
408
Anggota Komisi III DPR RI: Obon Tabroni

BERITA BEKASI – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Obon Tabroni, mengkritisi peristiwa kemacetan panjang di POS PAM Terpadu yang berlokasi di Kecamatan Kedung Waringin dalam OPS Ketupat Jaya 2021 yang dilakukan Polres Metro (Polrestro) Bekasi Jawa Barat.

Kepada Beritaekspres.com, Obon Tabroni mengatakan, kemacetan panjang yang sempat terjadi di POS PAM Terpadu Kedung Waringin OPS Ketupat Jaya 2021, Polres Metro Bekasi, perlu mengevaluasi lagi kebijakan atau system penyekatan kaitan dengan pelarangan mudik lebaran dimassa pandemi Covid-19 oleh Pemerintah,” kata Politisi asal Gerindra ini, Selasa (11/5/2021).

Menurut Obon, ada beberapa catatan yang perlu dipahami pihak Polres Metro Bekasi yang Pertama, daerah Bekasi Karawang adalah Kawasan Industry dimana mobilisasi pekerja yang pulang dan berangkat kerja perlu diperhatikan.

“Karena yang melintas, bukan semuanya pemudik, tapi ada diantara mereka pulang atau berangkat kerja. Keterlambatan bagi mereka, tentunya sangat berdampak pada operasional perusahaan kaitan dengan produktifitas,” jelas Obon.

Kedua tambah Obon, Pos Penyekatan perlu ditambah agar tersaring, tidak menumpuk pada satu titik yang berakibat munculnya potensi konflik dan dikhawatirkan dapat menimbulkan kluster baru penularan wabah virus Corona atau Covid-19.

“Ketiga Pemerintah harusnya melakukan sosialisasi lebih awal dan masif agar orang paham kenapa ada pelarangan mudik. Terakhir, peraturan yang dibuat harus adil dan tidak berubah ubah, sehingga tidak membingungkan masyarakat,” pungkas Obon. (Mul)