Soal Pengeroyokan, Ketua MPC PP Kota Bekasi: Proses Sesuai Aturan Hukum

0
481
Ketua MPC PP Kota Bekasi: Aries Budiman

BERITA BEKASI – Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kota Bekasi, Ariyes Budiman, menyayangkan peristiwa pengeroyokan yang menimpa ketiga anggotanya yakni, Jelly Angga Napitupulu, Ari Zebua dan Denta Irawan pada, Minggu 29 Agustus 2021 lalu.

Kesalah pahaman itu, berujung pada aksi kekerasan berupa pengeroyokan yang dilakukan terduga pelaku, Yopi Pattipellohy dan kawan-kawan di Jalan Chairil Anwar No. 4 RT04/RW09, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

“Memang kedua belah pihak, pelaku dan korban adalah satu organisasi di Ormas PP yang saya pimpin. Tapi pelaku Yopi Pattipellohy baru bergabung di PP dan belum memiliki kartu anggota PP Kota Bekasi,” kata Aries kepada Beritaekspres.com, Senin (6/9/2021).

Dalam persoalan ini, sambung Aries, tidak ada toleransi bagi pelaku, karena sudah sangat memalukan Organisasi, terutama Ormas PP Kota Bekasi dan tidak sesuai dengan Anggaran Dasar Organsiasi yang tidak mengajarkan demikian.

“Ngak ada loreng dengan loreng pukul-pukulan dan yang dilakukan pelaku tidak sesuai dengan Anggaran Dasar Organisasi. Bila ada masalah, cukup diselesaikan dengan musyawarah, bukan dilakukan dengan fisik,” tegasnya.

Ditambahkan, Aries, sebagai Ketua MPC PP Kota Bekasi pihaknya dengan tegas memberhentikan Yopi Pattipellohy sebagai Anggota PP Kota Bekasi atas prilakunya yang tidak bisa ditoleransi dan sesuai dengan Anggaran Dasar Organisasi.

“Seharusnya, masalah besar dikecilkan dan masalah kecil ditiadakan, bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, bukan seperti itu. Saya tegaskan untuk memberhentikan yang bersangkutan dari keanggotaan PP Kota Bekasi,” tandasnya.

Kasus pengeroyokan itu, bermula saat terduga pelaku Yopi Pattipellohy memanggil korban Jelly Angga Napitupulu melalui teman-nya agar korban menghadap. Setelah bertemu dengan pelaku Yopi Pattipellohy kemudian langsung menuding kalau korban membackup-backup mobil dan sok jagoan.

Mendengar tudingan itu, korban menyangkal sambil menjelaskan bahwa korban tidak merasa seperti apa yang dituduhkan pelaku. Namun, pelaku tidak puas tiba–tiba melakukan aksi pemukulan secara bersama-sama terhadap korban bersama dua orang rekan korban lainnya yakni, Ari Zebua dan Denta Irawan. (Indra)