IRMI Berbagi Sembako Ditengah Pandemi Covid-19

0
164
IRMI Bagikan Paket Sembako

BERITA JAKARTA – Ditengah pandemi Covid-19 di Indonesia tidak membuat kendur nyali sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas relawan yaitu Insan Muda Relawan Indonesia (IRMI) bersama dengan Dermawan Indonesia.

Sebaliknya mereka malah melakukan aksi sosial membagikan paket sembako dan kampanye untuk mengajak masyarakat selalu optimis bersama-sama melewati massa pandemi Covid-19 saat ini.

“Dengan saling bergotong royong berbagi, mengingatkan dan mematuhi protokol kesehatan,” kata Jefri Johanes selaku perwakilan IRMI, Rabu (8/9/2021) sore.

Dikatakan Jefri, pembagian paket sembako dilakukan diberbagai titik wilayah DKI Jakarta, dengan menargetkan pedagang kaki lima, pekerja lepas atau harian.

“Selain itu, orang-orang yang dalam kondisi kurang beruntung seperti gelandangan, pengumpul barang bekas, pengamen dan sejenisnya,” ujar Jefri.

Pembagian paket sembako juga menyasar Warga Negara Asing (WNA) para pencari suaka atau pengungsi yang memprihatinkan tidur ditenda-tenda kecil dipinggir trotoar di wilayah kebon sirih.

“Ini adalah bagian dari kampanye kita, untuk mengingatkan pemerintah, masyarakat dan siapapun untuk terus optimis, saling membantu dan bergotong royong dalam melewati pandemi covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya, IRMI juga melakukan kampanye menggunakan masker di ruang publik, mematuhi protokol kesehatan dan membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan.

“Kali ini, kami berbagi paket makanan kepada orang-orang yang membutuhkannya, harapan kami saling berbagi dan saling membantu sangat penting saat ini,” ulasnya.

Pada kegiatan pembagian paket makanan yang dilakukan IRMI, para relawan juga melakukan wawancara pada beberapa penerima bantuan yang bersedia diminta keterangannya.

“Masih banyak orang-orang yang kurang beruntung, terutama ditengah pandemi Covid-19 ini. Ada yang mengatakan bantuan pemerintah tidak pernah didapat karena mereka tidak memiliki identitas,” ungkap Jefri.

Selain itu, tambah Jefri, ada yang kesulitan bagaimana mendapatkan akses vaksin dan ada yang tidak bisa mengakses layanan informasi public.

 “Ada juga yang pesimis dengan pemerintah pasca korupsi bansos waktu lalu dan ada yang menyambut baik apa yang kami lakukan,” pungkasnya. (Sofyan)