Yayasan Baraka Tersendat Biaya Perakitan Lamborghini Veneno

0
152
Miniatur Lamborghini Veneno

BERITA CIREBON – Tak hanya bergerak di bidang sosial, agama, budaya dan hukum Yayasan Baraka Center Caruban (YBCC) beralamat di Desa Cisaat, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat juga mulai berperan dalam bidang teknologi kreatifitas karya santri – santrinya.

Sekitar pukul 08:30 WIB di Kantor Yayasan Baraka Center Caruban, nampak beberapa santri dari Yayasan Baraka tengah sibuk memodifikasi mobil Mitsubishi Galan yang menyerupai mobil Lamborghini Veneno.

Menurut Pengasuh Yayasan Baraka Center Caruban dan Majelis TQN Djati Jiwa, Irvan Andriansyah mengatakan, dirinya sengaja mendidik santri-santrinya untuk belajar berinovasi dalam kemajuan teknologi.

Agar generasi muda Indonesia, kata Ustadz Irvan, turut berpartisipasi mengikuti kemajuan dan perkembangan tekhnologi yang semakin canggih guna memberikan wawasan yang lebih selain peduli terhadap sesama dalam bidang sosial dan agama kepada semua santri-santrinya.

“Dari miniatur mobil Lamborghini Veneno, kita merangkainya mulai dari kaki-kaki, bodi dan kelistrikan dari mobil Mitsubishi Galan menjadi seperti mobil Lamborghini Veneno,” ujar Irvan, Rabu (15/9/2021).

Sayangnya, sambung Ustadz Irvan, setelah sekian lama mengerjakan proyek perdana ini, tersendat biaya untuk menyelesaikan sampai finisingnya dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, dia berharap ada donatur atau pengusaha yang mau bekerja sama dalam penyelesaian inovasi ini.

Sebelumnya, tambah Ustadz Irvan, biaya untuk perakitan mobil Lamborghini Veneno ini sudah dialokasikan sampai selesai yang sengaja dikumpulkan dari keuntungan hasil penjualan kitab-kitab dan peternakan kambing serta uang perkumpulan sumbangsih santri-santri Majelis setiap pengajian.

“Namun dikarenakan biaya untuk pembuatan mobil Lamborghini ini kadang harus dipakai untuk keperluan tambahan biaya acara sosial seperti santunan yatim, piatu dan dhuafa setiap bulannya, karena semakin meningkatnya data anak-anak yatim, piatu dan dhuafa semenjak pandemi ini, jadi untuk menyelesaikan pekerjaan ini terpaksa dimundurkan,” pungkasnya. (Wahyudi)