Soal Dugaan Ijazah, TPDI Sebut Jaksa Agung Bisa Terancam Pidana

0
248
TPDI Petrus Selestinus

BERITA JAKARTA – Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mendesak Polri agar turut menyelidiki adanya dugaan penggunaan ijazah palsu Jaksa Agung ST. Baharuddin.

Hal tersebut dilakukan demi menciptakan pejabat bersih dan menjaga nama baik Jaksa Agung. Sebab, sudah menjadi tugas Polri untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan menggunakan ijazah palsu tanpa perlu menunggu pihak yang melaporkan tindak pidana.

“Karena peristiwa hukum ini menyangkut nama seorang pejabat penting negara khususnya kekuasaan pemerintahan di bidang penegakan hukum. Maka tanpa siapapun yang melapor, Polri seharusnya menyelidiki informasi soal ijazah palsu ini demi menciptakan pejabat bersih dan menjaga nama baik Jaksa Agung,” kata Petrus di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Dikatakan Petrus, sudah menjadi rahasia umum dan dia menduga dikalangan pejabat bahkan pejabat tinggi negara untuk meraih gelar doktor hingga jabatan profesor, banyak ijazah palsu diperjualbelikan dan pejabat yang menempatkan gelar di depan dan di belakang namanya tidak malu-malu meskipun ilmunya tidak dimiliki.

Kapolri, sambung Petrus, harus melakukan penyelidikan dan hasilnya diumumkan ke publik. Jika institusi yang dipimpin Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo berani melakukan penyelidikan dan jika ditemukan indikasi dugaan penggunaan ijazah palsu, Jaksa Agung bisa dipidana.

“Secara hukum bisa dipidana, jika Polri berani dan sebetulnya bukan menyudutkan Jaksa Agung, akan tetapi membersihkan lembaga Kejaksaan dari perilaku tidak terpuji. Semua Jaksa mulai dari Jaksa Agung sampai yang paling bawah dan jika tidak terbukti sebetulnya juga untuk membersihkan nama baik Jaksa Agung,” jelasnya.

Penyoalan dugaan ijazah palsu Jaksa Agung ST. Burhanunddin menyusul pernyataannya saat memberikan pengarahan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Kelas 1 Angkatan-78 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Provinsi Aceh pada, Selasa 9 November 2021 lalu.

“Kala itu, Jaksa Agung ST. Burhanuddin mengatakan, jangan hancurkan kepercayaan publik yang telah diberikan kepada institusi kita dengan perbuatan tercela,” ungkap Petrus mengutif pernyataan Jaksa Agung pada peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ).

Namun, Petrus mengemukakan bahwa ketika pemimpin tidak mampu memberikan keteladanan kepada para korps Adhyaksa maka yang akan terkena imbasnya adalah para jaksa-jaksa di seluruh Indonesia.

“Ini soal kepemimpinan, maka ketika pemimpinnya tidak mampu, ya jaksa-jaksa seluruh Indonesia bisa kena imbasnya. Dan tidak akan pernah ada perbaikan perilaku. Kalau mau jujur barangkali masih banyak jaksa memiliki ijazah palsu karena menjadi jaksa berdasarkan kedekatan hubungan dengan pimpinan,” tandas Petrus.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Simanjuntak, dalam klarifikasinya bahwa riwayat pendidikan Jaksa Agung ST. Burhanuddin yang benar yaitu versi buku pengukuhan. Namun perbedaan data ini lebih dulu menimbulkan kontroversi, sehingga memunculkan spekulasi skandal ijazah palsu.

“Riwayat pendidikan Jaksa Agung ST. Burhanuddin yang benar yaitu versi buku pengukuhan. Namun perbedaan data ini lebih dulu menimbulkan kontroversi, sehingga memunculkan spekulasi skandal ijazah palsu,” pungkas (Sofyan)