Pengacara Senior Fajar Ikhsan Ikut Pilkades Bandung Barat 2021

0
305
Fajar Ikhsan (berbaju hijau) turut meramaikan Pilkades Serentak KBB 2021

BERITA BANDUNG – Masih ingat pengacara Fajar Ikhsan, SH, CLA yang beberapa tahun lalu sering tampil diberbagai media mendampingi mantan Sekretaris Daerah (Sekda) dan beberapa pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar serta sering tampil menyuarakan dan membela masyarakat kaum lemah bersama Lembaga Bantuan Hukum ELSID Bandung.

Ditengah polemik dan panasnya masalah Peraturan Bupati (Perbub) Kabupaten Bandung Barat Nomor: 35 Tahun 2019 Pasal 35 yang mengatur Pilkades Serentak di Kabupaten Bandung Barat, ternyata Fajar Ikhsan telah resmi terdaftar menjadi Calon Resmi Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Bandung Barat sebagai Calon Kades Kayuambon Lembang.

Kepada awak media, Fajar Ikhsan, membenarkan pencalonan dirinya saat disambangi dirumah kediamannya di Komplek BTN Pusdik Ajen Lembang mengenai kebenaran bahwa dia telah mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa Kayuambon Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

”Ya, benar  tanggal 8 November 2021 kemarin saya telah ditetapkan sebagai Bakal Calon Resmi Kades Kayuambon, Insha Allah niat baik ingin memimpin perubahan setelah 38 tahun lamanya di Desa ini tidak ada gebrakan generasi muda yang peduli untuk memimpin Desanya,” kata Fajar, Jumat (12/11/2021).

Dengan membawa misi Desa Digital dan Bantuan Hukum Desa, diharapkan Desa Kayuambon Lembang sebagai desa pertama di Kecamatan Lembang yang membawa kemajuan tekhnologi dalam tata kelola administrasi dan keuangan Desa.

“Desa saya terlambat berlari bahkan oleh Desa Lamahu yang jaraknya 3000 KM dari Ibukota yang sudah menerapkan konsep Desa Digital,” jelasnya.

Ketika ditanya mengapa memilih mendaftar Cakades, Fajar Ikhsan menjawab bahwa dia selama hampir 25 tahun terjun sebagai praktisi hukum tapi belum pernah berbakti kepada tanah kelahirannya yaitu Lembang.

“Inilah saat yang tepat untuk membawa misinya khairunnas anfa uhum linnas (sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi masyarakat sekitarnya). “It’s Now or Never,” pungkasnya. (Alina)