Komnas Perlindungan Anak Apresiasi Kerja Cepat Polres Kota Padang

0
78
Ketum Komnas PA: Arist Merdeka Sirait

BERITA JAKARTA – Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengapresiasi Polres Kota Padang atas kerja cepatnya mengungkap kasus kekerasan seksual yang dilakukan seisi rumah dan tetangga korban.

“Komnas PA meminta kepada seluruh keluarga korban dan masyarakat untuk mendukung proses penyelesaian hukum untuk kedua anak ini,” kata Arist kepada Beritaekspres.com, Jumat (19/11/2021).

Selain itu, Komnas PA meminta kepada Dinas Sosial dan Dinas PPPA Kota Padang untuk melakukan intervensi terhadap korban dan menyelamatkan korban agar korban mendapatkan pelayanan psiko sosial dan pelayanan medis.

“Termasuk kelanjutan masa depan anak untuk meneruskan haknya atas pendidikan. Pemerintah patut hadir untuk menangani dan memberikan pertolongan kepada korban,” terang Arist.

Dikatakan Arist, tidak ada alasan untuk tidak memberikan layanan sosial dan rehabilitasi sosial bagi korban. Ini merupakan tanggungjawab sosial Pemerintah.

“Dalam waktu dekat Komnas PA akan bersinergi dengan para pegiat perlindungan Anak di Kota Padang guna memberikan layanan Hukum dan layananan rehabilitasi sosial dan bagi korban dengan melibatkan Dinas Sosial dan Dinas PPPA,” tambah Arist.

Sebelumnya, terungkap kasus kejahatan seksual sadis terhadap dua anak kaka beradik oleh seisi rumah dan tetangga korban terdiri dari kakek, paman abang dan sepupu korban di Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Kedua korban kakak beradik itu berusia 5 dan 7 tahun yang mendapat serangan kejahatan seksual dihari yang berbeda oleh para pelaku. Pertama yang melakukan perbuatan bejat itu, adalah kakek kandung korban kemudian dihari berikut dilakukan oleh 5 pelaku lainnya.

Keterangan Kompol Rico Fernanda Satreskrimum Polres Padang mengatakan, ke-empat pelaku berhasil diringkus di Kawasan Pasar Raya Padang tanpa perlawanan. Sementara, dua pelaku lain berinisial RU tetangga korban dan A saat ini masih dalam pencarian atau buron.

“Perbuatan para pelaku terungkap setelah korban mengadu ke tetangga. Kedua korban tidak melaporkan karena takut dan diancam pelaku. Namun tetangga korban kemudian berkoordinasi dengan RT setempat untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Padang,” pungkas Rico. (Ajie)