Lomba Pakaian Adat Peringatan Hari Pahlwan dan Hari Ibu di Bekasi Ricuh

0
394
Lomba Pakaian Adat Peringatan Hari Pahlawan dan Hari Ibu

BERITA BEKASI – Gelaran lomba pakaian adat atau daerah tertentu yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bekasi dalam rangka peringatan “Hari Ibu” yang berlangsung di Gedung Wibawa Mukti berakhir ricuh, Kamis (19/11/2021) kemarin.

Pasalnya, acara yang sempat dihadiri Plt. Bupati Bekasi, H. Ahmad Marjuki itu, menuai protes keras dari para peserta dan kelompok organisasi lainnya, karena juri lomba dianggap curang dan tidak objektif dalam menilai dan menentukan juara dalam lomba tersebut.

Salah satunya, protes keras dilayangkan Ketua Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari), Hj. Nanik Kiki kepada Ketua Penyelenggara Acara yang sempat maju kedepan Podium menyampaikan mosi tidak percayanya terhadap penilain juri yang dinilainya tidak objektif dan sarat dengan kecurangan.

“Disini yang hadir semua paham soal kretaria busana. Kalau kita amati banyak peserta yang masuk kriteria dan bagus malah tidak jadi juara. Justru yang mendapat Juara 1 yang sama sekali tidak masuk kreteria. Ini janggal dan aneh,” sindirnya.

Selain Perwari, protes keras juga datang dari Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi) yang kecewa dengan sikap juri yang dinilainya justru mematahkan semangat para ‘Ibu Peserta” lomba dalam gelaran peringatan “Hari Ibu” yang diselenggarakan GOW Kabupaten Bekasi.

“Kalau begini jadi merusak semangat para kaum ibu dalam peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan GOW Kabupaten Bekasi. Harusnya, juri objektif dan netral dalam memberikan penilaian bagi para peserta,” tutur salah satu Anggota Pengurus Harpi Bekasi.

Lontaran kata-kata titipan dan kedekatan peserta Juara 1, Nina dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) dengan juri pun menghiasi suasana kericuhan. Bahkan ada salah satu Ketua Organisasi Wanita yang tergabung dalam GOW yang menuding mata juri buta.

“Mata jurinya buta ya, semoga saja mata hatinya tidak ikut buta sampai – sampai juri tidak bisa melihat mana peserta yang pantas jadi juara dan mana yang tidak. Mungkin juri lupa bahwa yang hadir disini semua paham tentang busana,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Wanita Indonesia (GOW) Bekasi, Hj. Vera selaku pihak penyelenggara tidak tidak bisa memberikan komentar banyak terkait kericuhan yang terjadi seputar penilaian juri dalam menentukan juara. Dia hanya berpesan kepada Juara 2, Erica Damayanti (Perwari) dan Juara 3, diberikan kesabaran.

“Sabar ya, juri bukan hanya GOW, tapi ada juri lain juga yang memberikan penilaian, kalau GOW pribadi tetap memberikan penilaian tinggi kepada peserta Juara 2, Erica Damayanti dari Perwari yang sebelumnya juga meraih Juara 1 dipenyelenggaraan lomba GOW di Kota Bekasi,” bisik Vera kepada peserta Juara 2 saat penyerahan Piala.

Meski begitu, keputusan juri dinyatakan tidak bisa diganggu gugat atau dianulir. Juri tetap menetapkan peserta Nina Juara 1 (Iwapi), Erica Damayanti Juara 2 (Perwari) dan Juara 3 peserta pemenang dalam lomba pakaian adat atau daerah tertentu yang diselenggarakan GOW Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Hasrul)