Penggiat Sosial Sesalkan Pengamanan Polisi Peristiwa Ormas di Karawang  

0
1209
Agus Budiono

BERITA BEKASI – Penggiat sosial sesalkan pengamanan Aparat Kepolisian Karawang saat terjadi peristiwa pencegatan kendaraan satu mobil Honda Brio bernopol S 1724 BB yang ditumpangi empat orang Anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang melintas di Jalan Interchange, Karawang Barat. Tepatnya di depan Hotel Resinda, Selasa (24/11/2021) kemarin.

Dalam peristiwa itu, satu dari empat Anggota LSM GMBI bernama, Achmad Sudir (41) asal Kelurahan Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, Rembang, Jawa Timur, meninggal dunia karena terluka parah akibat pengeroyokan yang dilakukan rombongan Aliansi Ormas Karawang secara brutal, sehingga korban terkapar tak berdaya.

“Polisi bukan hanya mencari para pelaku yang terlibat, tapi perlu juga mengevaluasi para petugas yang berada dilapangan, karena begitu bebasnya para, pelaku menghakimi para korban dengan aksi kekerasan diluar batas kemanusiaan hingga menghilangkan nyawa orang lain,” terang Agus Budiono menanggapi Beritaekspres.com, Jumat (26/11/2021).

Meski jumlah massa, sambung Agus, tidak berimbang dengan jumlah petugas dilapangan, minimal polisi bisa memberikan tembakan peringatan keras terhadap para pelaku yang tengah bebas menghakimi korban ditempat kejadian, bukan dibiarkan begitu saja, sehingga akhirnya korban meninggal dunia secara tragis.

“Kalau saya sempat perhatikan dari rekaman video amatir yang sempat beredar terlihat korban dibiarkan tidak langsung diamankan petugas. Padahal, korban inikan jumlahnya sedikit hanya empat orang, karena ini bukan kejadian bentrok yang jumlahnya hampir berimbang yang mungkin aparat bisa kewalahan. Mereka ini dicegat saat melintas,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Agus Budiono yang juga Ketua Investigasi Organisasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) melanjutkan, dalam rekaman video amatir atau gambar yang sempat beredar ke public dengan bebasnya para anggota Aliansi Ormas Karawang membawa atau menenteng berbagai senjata tajam dalam aksi berdarah tersebut.

“Kesannya, Negara ini, bukan seperti Negara hukum dengan bebasnya orang di depan umum membawa dan menenteng – nenteng senjata tajam tanpa adanya tindakan tegas dari aparat hukum dilapangan. Tak, heran jika terjadi bentrokan selalu menelan korban nyawa,” pungkas Agus. (Edo)