Mabes Polri Pelindung Masyarakat Atau Pelindung Kriminal Investasi Bodong?

0
552
Caption: Uya Kuya, Erika, Alvin Lim dan Jeffry Setiawan

BERITA JAKARTA – Didampingi LQ Indonesia Law Firm, Erika dan Jeffry Setiawan mewakili para korban Indosurya yang mengambil jalur pidana mengeluarkan uneg – uneg dan kekawatirannya atas penanganan kasus Indosurya yang terkesan lebih membela tersangka Henry Surya, bukannya para korban.

Erika dalam podcast Uya Kuya mengatakan bahwa dirinya yang hadir dalam acara pers release Henry Surya pemilik dari KSP Indosurya di Mabes Polri sempat diusir Kanit Suprihatiyanto. Dia sempat mendokumantasikan berupa foto Henry Surya yang tidak diborgol, beda dengan para tersangka kasus uang palsu yang sama-sama dirilis ditempat dan waktu bersamaan.

“Saya lihat dimana Kanit dan Penyidik Tipideksus Mabes Polri menepuk punggung dan mereka selayaknya teman dan Henry Surya didampingi pengawal pribadinya padahal statusnya tahanan,” kata Erika, Selasa (29/3/2022).

Ketika saya, sambung Erika, menanggih uang saya ke Henry Surya, Henry malah memerintahkan Penyidik dan Kanit untuk memdokumentasikan dan melaporkan saya ke polisi atas pencemaran nama baik.

“Polisi malah ancam saya, ibu bisa di laporkan oleh Bapak Henry Surya loh bu. Saya heran Polri ini melindungi korban investasi bodong atau malah jadi kaki tangan tersangka pelaku investasi bodong?,” sindirnya heran.

Sementara itu, Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA selaku Kuasa Hukum para korban Indosurya menyampaikan, tahu kah pemerintah bahwa Erika keluarganya hancur karena ulah Henry Surya, dimana anaknya saat ini terbaring di rumah sakit dan adiknya sudah bunuh diri meminum pestisida karena putus asa.

“Seluruh uang keluarganya ludes dan sulit untuk melanjutkan biaya hidup. Disinilah kenapa saya vokal, kenapa saya mati-matian teriak agar ada perubahan di tubuh Polri. Sangat sulit masyarakat untuk bisa percaya sama Polri selaku aparat penegak hukum, jika Mabes Polri dipenuhi oknum yang malah mengambil keuntungan dari kesengsaraan para korban,” tegas Alvin.

Jeffry Setiawan juga menyampaikan dalam foto – foto di media sosial, Henry Surya dan Istrinya Natalia Tjandra kerap mengunakan barang mewah dari jam Richard Mille dan Tas Hermes yang satunya mencapai Rp10 miliar, kenapa tidak diperlakukan sama dan diperiksa keluarga Henry Surya istri, ayah dan iparnya Welly Tjandra yang punya dealer mewah, satu mobil bisa Rp60 miliar.

“Diperiksa dong, apakah uang hasil kejahatan atau tidak? Patut diduga adanya aliran dana, lakukan pembuktian terbalik, jika tidak bisa membuktikan asal usul uangnya, sita aset dan bagikan ke para korban. Kami para korban hanya mau keadilan yang digemborkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Presisi Berkeadilan, mana keadilan dalam aksus Indosurya? Suwito Ayub kabur dan Yacht mewah Rp200 miliar raib dari list sitaan Mabes Polri. Saya dan korban Indosurya lainnya sangat kecewa kinerja Polri,” ungkapnya.

Dalam pertemuan Kuasa Hukum dengan para Petinggi Kejaksaan Agung (Kejagung), diperoleh informasi bahwa Penyidik bekerja tidak profesional dalam kasus Indosurya, dalam P-19 ada ratusan petunjuk, belum dibereskan sudah dikembalikan ke Kejaksaan lagi, bahkan BAP tersangka Suwito Ayub tidak ada tandatangan Suwito Ayub.

“Sudah benar tindakan Kejaksaan Agung menolak berkas jika tidak lengkap, karena dalam persidangan manjadi tanggung jawab Jaksa Penuntut Umum untuk membuktikan kejahatan nantinya. Tidak adanya tandatangan Suwito Ayub dalam BAP merupakan hal Fatal, menunjukkan adanya perlakuan khusus sehingga BAP dibiarkan tanpa tandatangan tersangka. Masyarakat perlu tahu inilah cerminan Polri saat ini, jauh dari Presisi Berkeadilan,” tandasnya.

Ditambahkan Alvin Lim, LQ Indonesia Law Firm menghimbau para korban Indosurya untuk mendaftarkan diri ke LQ Indonesia Law Firm untuk kepengurusan aset sitaan, jika tidak dikawal dan jatuh ke budel pailit, maka korban hanya akan mendapatkan tulang belulang. Hubungi Hotline LQ 0817-489-0999.

“Kami menantikan perhatian dan keseriusan Kepala Negara untuk membenahi dan menunjukkan kepemimpinan disaat sulit ini. Jika Polri tidak bisa dipercaya, maka bisa timbul Chaos dan masyarakat mengambil hukum di tangan sendiri. Ini perlu dicegah. Bentuk pengawas eksternal yang dapat menindak oknum Polri brengsek,” tutup Alvin Lim dengan tegas.

Link Video Curhat Korban Indosurya di podcast Uya Kuya: