Paguyuban Driver Ojol ‘Pagodja’ Ajak Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

0
406
Paguyuban Driver Ojol 'Pagodja'

BERITA SLEMAN – Gojek Driver yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja) dalam konfrensi persnya dengan para jurnalis mendukung kebijakan Pemerintah, terkait penanganan pandemi Covid-19, termasuk program vaksinasi.

Hal ini, disampaikan Ketua Umum (Ketum) Pagodja, Handriyanto didampingi Pengurus Pagodja, Salim dan Tanto di Kolona Kitchen dan Coffe di Jalan Palagan Tentara Pelajar, Sariharjo Ngaklik, Sleman, Senin (24/4/2022).

Dikatakan Handriyanto, Pagodja juga terus mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna jalan (pengemudi kendaraan roda dua dan roda empat) agar tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan (3M) yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selain itu, sambung Hendriyanto, Pagodja mengimbau masyarakat luas, khusunya para drivel ojek online (ojol) untuk turut menciptakan dan menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif dan tertib berlalu lintas.

“Mewaspadai berita hoaks dengan selalu melakukan kros cek kebenaran sebuah berita atau informasi sebelum membagikan, atau dengan merujuk sumber-sumber informasi yang bisa dipertanggunjawabkan,” pesannya.

Heriyanto juga menghimbau para driver ojol untuk selalu mewaspadai kriminalitas jalanan di malam hari selama Ramadhan. Kita harapkan imbauan-imbauan ini juga diperhatikan oleh paguyuban-paguyuban driver ojol lain yang ada di Yogyakarta.

“Meskipun kasus Covid-19 saat ini melandai, namun pandemi belum benar-benar usai. Oleh karena itu, imbauan untuk tetap disiplin Prokes masih tetap perlu digaungkan. Kebanyakan drivel ojol anggota Pagodja telah mengikuti vaksinasi lengkap dan vaksinasi booster,” jelasnya.

Terkait kewaspadaan, lanjut Hendriyanto, terhadap kriminalitas kejahatan jalanan bagi para driver ojol cukup berisiko, terutama bagi yang berkerja sampai malam.

“Untuk itu, pihaknya turut membantu kepolisian dalam menangani kejahatan jalanan dengan cara memberikan informasi-informasi pendukung, misal lokasi kejadian kepada kepolisian, agar segera bisa ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Anggota Pagodja, Salim menambahkan, beberapa kasus kejahatan jalanan pernah menimpa driver ojol saat bekerja malam hari. Untuk meminimisir itu, maka dibuatlah grup-grup terutama bagi teman driver yang bekerja malam.

“Kita imbau driver agar selalu share live 8 jam, agar bisa memantu satu sama lain dan segera mengabari jika terjadi kejahatan jalanan, sehingga bisa kita tindak lanjuti segera,” tutupnya. (Stave)