Tempati Gedung Sitaan, Kejati DKI Diduga Belum Kantongi Izin Menkeu

0
582
Foto: Gedung PT. IM2

BERITA JAKARTA – Rencana penggunaan gedung aset anak perusahaan PT. Indosat yakni PT. Indosat Mega Media (PT. IM2), beralamat di Jalan Kebagusan Raya, Kebagusan, Jakarta Selatan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menuai kritik.

Pasalnya, tanah berikut bangunan diatas lahan seluas 788 M2 pada 29 November 2021 silam, Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, telah melakukan penyitaan terkait kasus korupsi mantan Direktur Utama PT. IM2, Indar Atmanto.

Kepada Beritaekspres.com, Pakar Hukum Pidana, Dr. Abdul Fickar Hadjar menjelaskan, jika gedung PT. IM2 merupakan aset milik negara, maka pimpinan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tidak bisa dan tidak boleh menyita harta milik negara tersebut.

“Jika pun Kejaksaan sebagai bagian dari lembaga negara, maka penggunaan aset negara harus seizin dan koordinasi dengan lembaga negara yang bertanggung jawab atas aset negara yakni Menteri Keuangan ic Dirjen Kekayaan Negara,” jelas Fickar, Minggu (1/5/2022).

Sebaliknya kata dia, jika penggunaan gedung itu milik swasta yang menjadi barang sitaan, setelah ada putusan Pengadilan menyerahkan sebagi aset negara dari para koruptor, maka itupun harus dicatatkan dan disetorkan pada Menteri Keuangan ic Dirjen Perbendaharaan Negara.

“Jika pihak Kejaksaan ingin menggunakan, maka sekali lagi harus seijin Menteri Keuangan ic Dirjen Kekayaan Negara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta, Ashari Syam membenarkan bahwa institusinya telah resmi menempati Gedung PT. IM2 pada hari Kamis 28 April 2022 lalu.

“Kantor sementara Kejati DKI Jakarta yang semula di Gedung Wisma Mandiri II, Jalan MH Thamrin No. 5, Jakarta Pusat, kini resmi berpindah sementara di Gedung IM2 Jalan Kebagusan Raya No. 36, Pasar Minggu, Jakarta Selatan,” pungkasnya. (Sofyan)