Ditangan Timsus Polri, Kasus Brigadir J Bakal Terbongkar Sampai Terang Benderang

0
172

BERITA JAKARTA – Kematian Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Rumah Dinas, Irjen Ferdy Sambo semakin menyedot perhatian publik. Selain sangat menghebohkan masyarakat Indonesia, karena cerita pembunuhan yang terus bergeser dari satu cerita ke cerita berikut, sampai akhirnya menguat dugaan permufakatan dan persekongkolan jahat dalam kasus pembunuhan di Rumah Dinas petinggi Polri itu.

Sejak awal kasus tembak menembak sesama polisi itu, dinilai publik sarat kejanggalan berbungkus misteri tebal sampai akhirnya satu persatu tabir misterinya terbuka berkat Timsus Polri yang diterjunkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Hingga kini, Timsus itu masih terus bekerja dalam menuntaskan kasus kematian Brigadir J. Keluarga pun, berharap kasus kematian Brigadir J bisa diungkap secara terang menderang. Dari satu tersangka, dua tersangka, tiga tersangka dan terus bertambah lagi.

Seiring dengan terus bertambahnya tersangka kasus pembunuhan Brigadir J itu akhirnya motifnya pun yang sempat berbelok-belok dan ditutup-tutupi diharapkan pada akhirnya jelas sejelas-jelasnya.

Ditangan Timsus Polri penanganan kasusnya dinilai berjalan baik dan berhasil. Keberhasilan dinilai itu tak lepas dari keseriusan dan kerja keras Timsus Polri yang dipimpin Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andianto. Satu persatu misteri kematian Brigadir J mulai terungkap.

Meski demikian, motifnya sampai saat ini masih menjadi tandatanya dan penuh drama. Hal ini menyebabkan penilaian masyarakat awam terhadap kasus ini juga macam-macam, mulai kurang transparannya penyelidikkan polisi dan dugaan terjadi gap antara Korp Bhayangkara, baik dialami oleh pimpinan maupun orang-orang yang dipimpin.

Terakhir, membuat masyarakat bertanya-tanya atas kedatangan pasukan Brimob di Kantor Bareskrim Polri. Kedatangan pasukan Brimob berpakaian loreng itu kembali menimbulkan kehebohan.

Menggapi kedatang pasukan Brimob tersebut, Pakar Hukum Pidana, Dr. Anwar Husin, SH, MM mengatakan, hal biasa. Loyalis Presiden Jokowi itu menilai, kedatangan pasukan Brimob sebenarnya adalah kode dari Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andianto bahwa Korp Bhayangkara solid dan Polri tidak main-main dalam penangan kasus Brigadir J.

Kode itu, kata Anwar yang sering mencermati kinerja polisi bisa juga diartikan sebagai sebuah peringatan. Jangan coba-coba menghalang-halangi pengungkapan kasus Brigadir J. Karena akan berhadapan dengan Korp Bhayangkara, termasuk pasukan Brimob dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Jadi kedatangan Brimob itu bahasa symbol atau isyarat yang ditunjukkan Komjen Agus Andianto kepada para oknum,” ujar Anwar Husin di Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus ini, menerjunkan Timsus yang memiliki Inspektorat Khusus (Irsus). Irsus bertugas melakukan pemeriksaan terhadap polisi yang memeriksa Tempat Kejadian Perkara (TKP) kematian Brigadir J saat awal pengungkapan kasus.

Timsus ini, lanjut Anwar Husin, selain tim penyidik yang dipimpin Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim (Dirtipidum). Timsus juga memilki Irsus dan tugasnya melakukan pemeriksaan terhadap siapa saja yang terkait menyangkut peristiwa TKP Duren Tiga yaitu Rumah Dinas, Irjen Ferdy Sambo.

Irsus terdiri dari sejumlah pimpinan kepolisian dibawah kepemimpinan Inspektorat Pengawas Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto. Sementara Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Gatot Eddy Pramono bertindak sebagai penanggung jawab.

Tim ini berisikan personel Polri lainnya yakni Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Agus Andianto, Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Ahmad Dofitri, serta Asisten Kapolri bidang SDM (As-SDM), Irjen Wahyu Widada.

“Berlarutnya pengusutan kasus tewasnya Brigadir J karena penyidik dalam hal ini rata-rata berpangkat rendah. Diduga ada keengganan penyidik dalam pengungkapan kasus ini. Jadi rumit pengungkapan kasus ini, karena hirarki kepangangkatan,” ujar Anwar.

Dibentuknya Timsus bisa mengatasi rintangan jabatan tersebut. Untuk itu, kata Anwar, pembentukan Timsus menunjukkan keseriusan Polri dalam mengungkap kasus polisi tembak polisi ini. Pembentukan Timsus merupakan jawaban permintaan Presiden Jokowi dan menjawab pertanyaan masyarakat kepada pihak kepolisian terhadap kasus yang viral terus di medsos ini.

Anwar mengapresiasi kinerja Timsus Polri. Anwar mengajak semua pihak untuk mempercayakan penyidik Polri mengungkap tabir tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga Jakarta Selatan secara terang benderang. Beri kesempatan Timsus Polri mengungkap kasus Brigadir J.

Kendala dalam penanganan kasus ini, ungkap Anwar Husin yang juga relawan Presiden Jokowi,   dikarenakan adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan.

“Upaya pembuktian adalah adanya barang bukti atau BB. Manakala itu rusak atau dihilangkan, tentu saja menghadapi kendala dalam penanganan kasusnya,” tuturnya.

Menurut Ketua Umum Indonesia Maju 34 tersebut, Timsus Polri perlu menyiasatinya. Oleh karena kasusnya sebagaimana disebut Menkopolhukam Mahfud MD ada psiko hirarki dan ada juga psiko politisnya maka diperlukan solusi alternatif.

 “Secara teori dan teknis penyidikan itu sebenarnya gampang, tetapi prakteknya menjadi sulit manakala penyidik harus berhadapan dengan petingginya,” kata Anwar.

Terbukti, kata Anwar Husin lagi, setelah dimutasi Ferdy Sambo ke bagian Yanma Mabes Polri dapat dipercepat penanganan tembak menembak antarpolisi itu. Mutasi Ferdy Sambo itu, katanya, bagian dari perkembangan penanganan sekaligus pengungkapan kematian Brigadir J.

Dalam rangka pegusutan kasus ini, selain Ferdy Sambo tercatat ada 14 perwira lain yang dimutasi melalui telegram khusus Kapolri.

Kapolri menyebut ada 25 personel Polri yang diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Irsum) terkait ketidak profesionalan dalam penangan kasus kematian Brigadir J. Mereka berasal dari para perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, bintara dan tamtama yang berdinas di Devisi Propam Bareskrim, Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

“Saya optimis pengusutan kasus Brigadir Yosua ini tuntas dan terang benderang walau lambat namun pasti di tangan Timsus Polri,” pungkas Anwar Husin. (Dewi)