Ketua Gelora Bekasi, Ariyanto: Ada Apa, Kok PKS Ngotot Belain Proyek Rp6 Miliar

0
112

BERITA BEKASI – PKS sebagai Fraksi terbesar di DPRD Kota Bekasi terkesan ngotot membela rehab ruang Paripurna DPRD Kota Bekasi. Hal ini tentu melukai hati masyarakat yang saat ini sangat prihatin dengan kenaikan harga-harga akibat dikuranginnya subsidi BBM.

“Tentu ini menjadi pertanyaan besar kami, ada PKS dibalik proyek ini. Kenapa begitu semangat membela rehab ruang sidang Paripurna padahal konsisinya masih layak,” sindir Ariyanto Hendrata kepada Beritaekspres.com, Jumat (23/9/2022).

Dikatakan Ariyanto, bahwa pihaknya hanya menyambungkan aspirasi masyarkaat Kota Bekasi, kenapa disikapi dengan sangat emosional?. Suara-suara penolakan terhadap rencana rehab ruang sidang Parpurna adalah nyata dan ini menjadi keresahan masyarakat.

“Justru kami obyektif. Basisnya penolakan masyarkat terhadap rehab ruang sidang Paripurna tersebut. Ini fakta. Bila PKS tak mendengar ini sebagai penolakan dari masyarakat, rasanya aneh ya, udah jelas penolakan tersebut,” tegas Ariyanto.

Sebagai bagian dari masyarakat, Gelora Kota Bekasi hanya ingin menjalankan fungsinya untuk saling memberikan masukan yang membangun. Kontrol adalah sesuatu yang diperlukan dalam alam demokrasi.

“Tentu kami sesalkan kenapa PKS malah seperti alergi dengan kritik. Padahal kritikkan baik bagi demokrasi. Masa setiap masukan dan kritik disikapi sebagai bahaya dan pembelaan diri. Inikan bisa merusak tatanan demokrasi di Kota Bekasi,” katanya.

Ariyanto menyarankan agar PKS membuktikan satu kata dengan perbuatan. Selama ini PKS menyebar spanduk partai yang sangat peduli dengan kesulitan rakyat akibat kenaikan harga BBM. Ini waktu yang tepat membuktikan dengan menghentikan anggaran yang kurang tepat sasaran untuk mengatasi kesulitan masyarakat.

“Termasuk anggaran Rp6 miliar rehab ruang Paripurna DPRD Kota Bekasi. Gak sulit kok kalo emang mau, tinggal merubah anggaran rehab tersebut menjadi bantuan sosial untuk masyarakat yang tidak tercover dari Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (Edo)