Pesawat TNI AU Jatuh Saat Melakukan Akrobatik Acara Gebyar Dirgantara di Yogyakarta

0
436
Pilot dan CO Pilot

BERITA YOGYAKARTA – Acara  Gebyar Dirgantara di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015) pagi tadi langsung ditutup, akibat jatuhnya pesawat T50 Golden Eagle saat beratraksi. Dua pilot pesawat tersebut dinyatakan tewas.

Identitasnya korban pilot yakni, Letnan Kolonel Penerbang Marda Sarjono dan Mayor Penerbang Dwi Cahyono,” ungkap Dwi.

Letnan Kolonel lanjut Dwi, penerbang Marda Sarjono adalah komandan Skuadron Udara 15 TNI AU tempat T-50 Golden Eagle itu bernaung. Mayor Penerbang Dwi Cahyono adalah salah satu pejabat di skuadron udara itu.

IMG-20151220-WA0027Gebyar Dirgantara adalah sebuah gelaran kedirgantaraan untuk merayakan HUT ke-70 Hari Penerbang TNI AU dengan menghadirkan semua jenis dan tipe pesawat terbang militer yang dimiliki TNI AU.

Masalah mulai muncul terang Dwi, saat T-50 Golden Eagle hasil kerja bareng Korean Aeronautics Industry dengan Lockheed Martin, Amerika Serikat, itu dalam posisi “turun” untuk menuntaskan manuver loop-nya, alias membuat lingkaran vertikal besar di udara.

“Manuver ini akan diakhiri dengan posisi terbang level (terbang sejajar dengan permukaan bumi),” katanya.

Ditandaskan Dwi, pesawat terbang militer itu tidak mampu mempertahankan “sikap terbang”-nya, berbelok-belok, untuk kemudian menghunjam daratan. Asap hitam lalu mengepul dari kejauhan.

Hal tersebut dibetulkan oleh saksi mata di lokasi yang mengatakan, melihat jatuhnya pesawat dari Bandara Adi Sucipto, pesawat memang sedang melakukan manuver-manuver ekstrim sebelumnya.

“Pesawat jatuh dalam posisi menukik tegak lurus,” tandas saksi.  (Steve)

IMG-20151220-WA0023 IMG-20151220-WA0025