Kadisdik Batu Bara, Ilyas: Jangan Ada Bias Pelaksanaan Pendidikan

0
140

BERITA BATU BARA – Empat program pokok kebijakan pendidikan yang diharapkan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, akan menjadi arah pembelajaran kedepan di Indonesia. Keempat program kebijakan tersebut adalah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 lembar dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Batu Bara, Ilyas Sitorus saat mengawali memberikan paparannya sekaligus membuka Seminar Pendidikan Batu Bara Merdeka Belajar di Aula SMK Swasta Budi Dharma Air Putih Indrapura Kabupaten Batu Bara, Selasa (3/3/2020).

Dikatakan Ilyas, salah satu hal yang paling banyak menarik perhatian guru dari konsep Merdeka Belajar adalah pernyataan Menteri, Nadiem Makariem tentang RPP 1 lembar. Dari sejumlah percakapan dengan Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru dalam berbagai kesempatan, banyak permintaan pelatihan tentang bagaimana membuat RPP 1 lembar itu.

“Guru-guru tanpa merasa perlu mendalami terlebih dahulu apa masalahnya dan apa yang sebenarnya akan dituju dengan kebijakan tersebut. Sangat penting bagi Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru memahami esensi RPP 1 lembar ini,” kata Ilyas.

Menurut Ilyas, dengan pemahaman yang baik mereka akan dapat melakoni tugas dan tanggungjawab masing-masing dengan benar. Apabila ada bias maka dalam pelaksanaannya akan muncul kebingungan yang akan berakhir pada keputusasaan dan kebosanan serta pesimisme.

“Apalagi bila kebingungan ini berakhir pada pemberlakuan praktik-praktik yang lama. Maka seluruh wacana menarik ini dipastikan akan menjadi sia-sia sebagaimana banyaknya wacana-wacana menarik yang sia-sia karena baik Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru tak faham, sehingga tak mampu menerapkannya,” jelas Ilyas.

Diakhir paparannya, Ilyas mengatakan, dari pengalaman dan harapan sekolah – sekolah yang belum tersentuh diseminasi program Tanoto Foundation, insya Allah mulai tahun 2020 ini semua Kecamatan yang ada di Batu Bara akan mendapatkan hal yang sama dari program PINTAR Tanoto Foundation.

“Disamping itu juga penyempuranaan Nomenklatur Satuan Pendidikan di Kabupaten Batu Bara dalam waktu dekat ini akan selalu dan menjadi Peraturan Bupati Batu Bara,” papar Ilyas.

Sementara, Prof. Ibnu sebagai Nara Sumber pada seminar merdeka belajar Kabupaten Batu Bara Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, mengangkat terkait Literasi Data, yaitu kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi di dunia digital dan Literasi Teknologi yakni bagaimana kita memaknai cara kerja mesin, aplikasi teknologi serta Literasi Manusia yaitu humanitas, komunitas dan Desain.

Trainner Tanoto Foundation, Jefry Sipayung dalam paparannya mengatakan, tujuan pendidikan itu sebenarnya untuk memaksimalkan potensi, membangun kemandirian dan tidak menjadi beban di masa depan. Disamping itu juga, merdeka belajar adalah banyak tanya, banyak coba fan banyak karya.

“Sekolah membangun budaya belajar inovatif dengan mengembangkan pembelajaran aktif, pertanyaan bersifat HOTS dan LK serta lingkungan belajar efektif dan mengembangkan kepemimpinan kepala sekolah dan meningkatkan peran serta masyarakat,” ajaknya.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua APSI Sumatera Utara, Ahmadi Lubis, Ketua Dewan Pendidikan Batubara Dwito Risman, PGRI, Ketua APSI Kabupaten Batu Bara, Ropin Sigalingging, Kemenag, Syahri Mauluddin, Kacabdisdik Sumut, Jumadi, Abdul khadi, Korwas Kab Batubara, Asman Ketua MKKS, Ketua K3S, Ka. SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan Narasumber.

Narasumber yang hadir, Prof. DR. Ibnu Hajar Damanik, M.SI., Dosen Umimed Medan/Rektor Universitas Asahan, Ferry Sipayung M.Pd, trainner Tanoto Foundation dan DR. Yusuf Panyalau, ST, MT, Widyaiswara LPMP Medan. (Usan)