Suami Jaksa Pinangki Naik Jabatan, IPW Pertanyakan Komitmen Polri

0
12561
Ketua Presidium IPW: Neta S Pane

BERITA JAKARTA – Mabes Polri kembali melakukan mutasi besar. Sebanyak 346 perwiranya digeser ke berbagai posisi. Mutasi ini sepertinya dilakukan Polri untuk menggantisipasi Pilkada serentak akhir tahun ini dan mutasi ini tidak ada kaitannya dengan suksesi Kapolri pada akhir tahun ini. Hal tersebut, dikatakan Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Namun, sambung Neta, IPW melihat, mutasi ini memberi keistimewaan pada AKBP Yogi Yusuf Napitupulu suami Jaksa Pinangki yang disebut – sebut beberapa kali ketemu dengan buronan kakap Joko Tjandra diluar negeri.

“Sebagai suami, seharusnya AKBP Yogi tahu persis kemana istrinya pergi dan bertemu siapa. Tapi kenapa AKBP Yogi tidak memberitahu pada atasannya tentang keberadaan buronan kakap yang bertemu istrinya tersebut,” sindir Neta kepada Beritaekspres.com, Selasa (4/8/2020).

Artinya, lanjut Neta, AKBP Yogi bisa terkatagori menyembunyikan buronan. Tapi kenapa dalam TR mutasi disebutkan, Kasubbagposnal Dittipeksus Bareskrim AKBP Yogi Yusuf Napitupulu diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagsis Bagjiansis Rojianstra Slog Polri?.

“Padahal, Kapolri dan Kabareskrim sudah mengatakan siapa pun yang terlibat dalam kasus Joko Tjandra akan ditindak tegas dan diproses pidana. Faktanya, AKBP Yogi diangkat dalam jabatan baru. Seharusnya AKBP Yogi dimutasi nonjob dalam rangka diperiksa, jika kasus Joko Tjandra memang ingin dituntaskan Polri,” jelas Neta.

Dalam mutasi kali ini ada 5 TR yang dikeluarkan Polri. TR ini untuk mengganti posisi perwira yang pensiun, yakni 3 berpangkat Irjen, 8 Brigjen, 4 Kombes dan satu AKBP. Selain itu, mutasi ini menggeser sebanyak 24 perwira aktif ke luar institusi Polri, yang terdiri dari 15 Brigjen dan 9 Kombes.

Dalam rangka mengantisipasi Pilkada serentak pada Desember mendatang, TR kali ini juga menggeser posisi 58 Kapolres, 4 Kapolresta dan 7 Kapolda.

“IPW tidak melihat ada yang istimewa dari TR kali ini, selain untuk mengukuhkan dan mengkonsilidasikan kabinet Kapolri Idham Azis dijajaran kepolisian dan mengganti orang – orang lama di posisi strategi Polri,” pungkasnya. (Indra)