Dua Korban Pencabulan Ayah Tiri di Cikarang Minta Pelaku Ditangkap

0
291
Dua Anak Korban Pencabulan Bapak Tiri

BERITA BEKASI – Pepatah menyebut, sebuas-buasnya harimau tidak mungkin memangsa anaknya. Namun, berbeda dengan prilaku SD (41) pelaku kasus pencabulan kedua anak tirinya TA (16) dan VP (13), warga Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Miris memang, saat seorang ayah yang seharusnya mengayomi, menyayangi dan menjaga anaknya malah melakukan perbuatan tak senonoh. Walau pun, anak itu bukan darah dagingingnya sendiri yang dilakukan sejak tahun 2018 lalu.

Kepada Beritaekspres.com, korban TA (16) mengaku, selama berjalan 4 tahun dia mengaku sering di grepe – grepein atau di rabah – rabah pelaku yang tak lain ayahnya tirinya yang masih bebas berkeliaran meskipun dia bersama Ade-nya VP (13) didampingi ibunya, FS (37) melaporkan ke Polres Metro Kabupaten Bekasi.

Dalam keadaan sedih, korban TA mengungkapkan, tidak disetubuhin cuma di grepe – grepe terus di tempelin doang kelamin sama kelamin, terus jarinya masuk. Pas jarinya masuk itu pas keadaan saya sakit. Sakit panas tinggi.

“Nah yang pas disetubuhin, maksudnya yang ditempelin kelamin sama kelamin itu cuma sekali doang dan itu waktu rumah masih BCL. Kalo dirumah kontrakan ini, cuma sekali,” ungkap korban, Rabu (8/12/2021).

Dia mengulas, digrepe – grepe sudah sering kali setiap dia pulang. Kan dia pulangnya seminggu bisa 2 kali sampai 3 kali,” tambah korban TA sambil menagis.

Waktu itu, TA ingin berontak sewaktu SD ayah tirinya grepe – grepein. Namun apa daya tenaganya tak sekuat tenaga ayah tirinya.

“Waktu di grepe sempet brontak sedangkan tenaga saya sama dia lebih gedean tenaga dia jadi saya ngak bisa apa – apa,” tukasnya.

Tidak hanya TA yang menjadi korban, pencabulan dari ayah tirinya SD, tapi adenya VP (13) pun dapat perlakuan yang sama seperti yang dialami TA sang kakak. “Saya satu kali, cuma digerepe-grepein,” tandas VP singkat.

TA pun berharap, Polres Metro Kabupaten Bekasi cepat menangkap SD sebagaimana janji Kapolres yang mau menindaklanjuti laporan ibunya.

TA mengaku, abangnya pelaku SD pernah datang cuma untuk meminta ibunya mencabut laporan polisi, tapi tidak ada etikat baik dari pihak keluarganya.

“Saya pengen pelaku segera ditangkap biar keluarganya merasakan apa yang dirasakan keluraga saya. Sebab, sekarang keluarganya bener- bener ngak mikirin keluarga saya,” pungkasnya. (Usan)