Polres Kabupaten Bekasi Diminta Segera Tangkap Pelaku Cabul Anak Tiri

0
320
Foto: Saat Korban Melapor ke Polres Metro Kabupaten Bekasi

BERITA BEKASI – Pemerhati Anak, Sopar Makmur, prihatin dengan apa yang dialami kedua anak perempuan TA (16) dan VP (13) warga Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang menjadi korban asusila bapak tirinya, SD (41) sejak 2018 lalu.

“Kita berharap Polres Metro Kabupaten Bekasi segera mengambil tindakkan, karena laporan korban yang didampingi ibu kandungnya FS dilaporkan sejak Senin 25 Oktober 2021 lalu,” kata Sopar menanggapi Beritaekspres.com, Jumat (10/12/2021).

Dari pengakuan korban, TA kepada awak media bahwa abang pelaku pernah mendatangi ibunya untuk meminta damai dengan mencabut laporan polisi dugaan asusila atau pencabulan yang dilakukan pelaku SD.

“Dari pengakuan kedua korban dan adanya upaya perdamaian dari keluarga pelaku dengan syarat mencabut laporan polisi itu sudah bisa didalami pihak penyidik Polres Metro Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Sopar, awal terungkapnya perbuatan cabul yang dilakukan bapak tiri ini bermula sang ibu tidak sengaja membaca membaca isi pecakapan diapliskasi di media sosial handphone milik putrinya.

“Artinya, penyidik polisi sudah memiliki tiga poin atau modal awal untuk melakukan pemeriksaan terhadap si pelaku,” ungkapnya.

Pertama, sambung Sopar, adanya isi percakapan korban, kedua pengakuan korban ketika ditanya ibunya dan ketiga adanya usaha atau upaya perdamaian dari pihak keluarga pelaku yang mendatangi ibu korban.

“Kalaupun pelaku menghilang polisi tahulah cara bisa menemukan pelaku. Belum lama ini, pembunuhan pengemudi Ojol di Kabupaten Bekasi tak lebih dari 24 jam pelaku sudah bisa ditangkap,” tandas Sopar.

Sebelumnya, korban TA berharap, Polres Metro Kabupaten Bekasi bisa segera menangkap dan memproses bapak tirinya SD sebagaimana janji Kapolres yang mau menindaklanjuti laporan ibunya.

“Saya pengen pelaku segera ditangkap biar keluarganya merasakan apa yang dirasakan keluraga saya. Sebab, sekarang keluarganya bener- bener ngak mikirin keluarga saya. Adik saya pun juga ikut menjadi korban,” pungkasnya. (Indra/Usan)