Ketua PP Ariyes Budiman: Semoga Walikota Bekasi Dalam Keadaan Baik

0
223
Ketua MPC PP Kota Bekasi: Ariyes Budiman

BERITA BEKASI – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi, Ariyes Budiman, perihatin dengan kabar hebohnya penjemputan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi dikediamannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada, Rabu 5 Januari 2022 kemarin.

“Heboh OTT Walikota Bekasi oleh KPK kirain ketangkap tangan langsung lagi menerima sesuatu rupanya hasil pengembangan atau pengakuan dari oknum ASN yang kena OTT KPK yang menyeret nama Rahmat Effendi,” terang Ariyes menanggapi Beritaekspres.com, Kamis (6/1/2022).

Dengan fakta itu, sambung Ariyes, dia mendoakan Rahmat Effensi atau biasa disapa Bang Pepen dalam keadaan baik – baik saja, karena keterangan pihak KPK diberbagai media masih meminta keterangan belum menjadikan Rahmat Effendi jadi tersangka.

“Rahmat Effendi, bukan kena OTT KPK, tapi anak buahnya. Beliau dijemput untuk diperiksa atau dimintai keterangan kaitan nama beliau yang dibawa-bawa anak buahnya yang di OTT KPK. Ya, kalau kesebut bisa aja, tapi apa bisa dipertanggungjawabkan itu,” tegas Ariyes.

Dikatakan Ariyes, memang suhu politik di Kota Bekasi lagi kencang. Namun demikian, dirinya tidak berprasangka buruk kaitan penjemputan Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila (PP) Kota Bekasi itu.

“Bahasa OTT KPK itu memang sekarang lagi ngetren, tapi kalo ini bagi saya penjemputan untuk dimintai keterangan, karena namanya kesebut, bukan OTT KPK langsung lagi menerima sesuatu. Ya, semoga beliau hanya dimintakan keterangan,” ulasnya.

Ditambahkan Ariyes, Walikota Bekasi Rahmat Effendi adalah sosok Kepala Daerah yang luar biasa yang memiliki segudang prestasi untuk Kota Bekasi selama dibawah kepemimpinanya. Salah satu program unggulannya adalah Kartu Sehat (KS) yang sudah dirasakan warga Kota Bekasi.

“Bagi saya sosok Rahmat Effendi luar biasa. Salah satu program trobosannya untuk kemaslahatan warga Kota Bekasi yakni KS NIK meski sekarang KS sudah distop karena adanya pro kontra. Ngak ada Kepala Daerah yang mau menanggung kesehatan warganya secara total selain Rahmat Effendi. Kita tak lupa itu,” pungkasnya. (Indra)