Pidsus Kejari Jakbar Tetapkan LW Tersangka Korupsi PT. Pegadaian

0
68
Kejari Jakbar Dengan Tersangka LW

BERITA JAKARTA – Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat (Jakbar) menyimpulkan adanya potensi kerugian negara korupsi di PT. Pegadaian.

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Pidsus Kejari, menetapkan satu orang tersangka berinisial LW selaku pengelola UPC Anggrek, Kemandoran, Kalideres, Jakarta Barat.

“Berdasarkan hasil gelar perkara saudara LW kita tetapkan sebagai tersangka selaku pengelola UPC Anggrek Cabang Kemandoran area Kalideres, Jakarta Barat,” terang Kajari Jakbar, Dwi Agus Arfianto, Rabu (12/1/2021).

LW diduga telah membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp5,8 miliar. LW juga akan ditahan selama 20 hari ke depan.

“Kami sampaikan dugaan tindak pidana korupsi ini dilakukan dalam tenggat waktu mulai Januari 2019 hingga April 2021,” kata Dwi.

Dia menyebut, LW dalam melakukan tindak kejahatannya memiliki beberapa modus. Diantaranya, melakukan gadai fiktif hingga mengambil barang jaminan kemudian diserahkan ke orang lain.

“Modus lainnya adalah memberikan kredit dengan nilai uang jaminan yang melebihi ketentuan. Ketiga, menaksir barang jaminan melebihi ketentuan yang berlaku. Terakhir, menyerahkan barang jaminan yang belum dilakukan pelunasan kepada orang lain,” jelas Dwi.

“Seperti contoh ada satu item barang, sebenarnya harga pasarannya itu Rp6 juta, tapi yang bersangkutan berani menaksir dan memberikan kredit senilai Rp 40 juta,” sambungnya.

Dalam menetapkan LW sebagai tersangka, Dwi turut menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen di kantor pegadaian dan barang jaminan pada proses pegadaian.

Selain itu, Kejaksaan juga menyita sejumlah uang tunai senilai Rp100 juta. Hingga kini, pihak Kejaksaan masih mendalami penyelidikan tersebut, termasuk penggunaan uang hasil tindak korupsi yang dilakukan LW.

Dwi mengaku, masih membuka peluang akan ada tersangka lain dalam kasus ini. “Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Namanya Tipikor tidak ada single fighter,” pungkasnya.

Diketahui, pada Oktober 2021, Kejari Jakbar menggeledah Kantor Pegadaian UPC Anggrek Jakbar dan Cabang Kemandoran Jakarta Barat.

Penggeledahan tersebut, dilakukan untuk mengusut kasus dugaan korupsi Kredit Cepat Aman (KCA) Fiktif dan Barang Jaminan Dalam Proses Lelang (BJDPL) Fiktif di Kantor PT. Pegadaian (Persero) UPC Anggrek.

Penggeledahan di Kantor Pegadaian UPC Anggrek dilakukan pada Senin 1 November 2021 dipimpin Kasi Pidsus Kejari Jakbar, Reopan Saragih.

Kemudian penggeledahan juga dilakukan di Kantor Pegadaian Cabang Kemandoran, Jakarta Barat, pukul 12.30-15.00 WIB.

Hasil penggeledahan di 2 tempat tersebut, Tim Penyidik Pidsus Kejari menyita sejumlah barang bukti. Dokumen yang disita terkait KCA Fiktif dan BJDPL Fiktif dan lain-lain.

Kasus ini diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp5,7 miliar. Adapun calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi KCA Fiktif dan BJDPL Fiktif akan dikenai Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor. (Sofyan)