SPBU Ini Bebaskan BBM Bersubsidi Diborong Gunakan Jerigen

0
92

BERITA BANJARNEGARA – Meski pihak Pertamina telah melarang tegas bagi SPBU yang melayani pembelian dengan menggunakan jerigen terutama pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi Pemerintah. Namun hal itu, tidak berlaku bagi SPBU register 4453404 yang berlokasi di Desa Simpangan Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kepada Beritaekspres.com, salah seorang warga mengungkapkan, Minggu 8 Desember 2019 lalu sekitar pukul 20.00 WIB sebuah mobil Pick Up bernopol AA 1830 YP dengan bermuatan jerigen penuh berukuran besar ikut mengantri bebas dengan masyarakat pembeli BBM lainnya, sehingga pemilik SPBU sempat mendapat protes dari masyarakat yang mengantri.

“Sempat diprotes ketika itu, tapi pemilik SPBU malah bilang dia membebaskan siapa saja yang ingin membeli bahan bakar bersubsidi maupun nonsubsidi skala besar meski pake jerigen juga masalah,” terang sumber warga yang namanya enggan disebutkan, Kamis (12/12/2019).

Jika memang begitu sambung sumber, jelas bertentangan dengan Pasal 55 Undang-Undang Migas yang menyebutkan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

Dikatakan sumber, aturan yang dibuat oleh Pertamina Pusat dengan melarang konsumen melakukan pembelian bahan bakar bersubsidi maupun nonsubsidi dengan maksud dan tujuan untuk di jual lagi demi meraup keuntungan telah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas. Terlebih lagi, bahan bakar bersubsidi.

“Kalau belinya pake jerigan penuh dengan menggunakan mobil Pick Up begitu jelas bukan untuk kendaraan pribadi, bisa jadi buat industry atau dijual kembali demi mendapatkan keuntungan. Intinya, selain menganggu masyarakat umum lainnya, sikap pemilik SPBU tersebut jelas tidak dibenarkan,” tegasnya.

Ditambahkan sumber, dalam ketentuan itu yang dimaksudkan dengan menyalahgunakan adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan perseorangan atau badan usaha dengan cara yang merugikan kepentingan masyarakat banyak dan negara seperti kegiatan pengoplosan BBM, penyimpangan alokasi BBM, pengangkutan dan enjualan BBM ke luar negeri.

“Tapi peraturan tersebut tidak berlaku bagi pemilik SPBU di Desa Simpangan Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jateng. Semoga apa yang saya informasikan ini dapat perhatian dari pihak terkait yang punya kebijakan,” pungkas sumber. (Bintang)