Nasib Anak Penjual Tahu Keliling Lolos Pendidikan Akpol

0
285
Veni Nardianto (Tengah) Bersama Kedua Orang Tuanya

BERITA JOMBANG – Anak penjual tahu keliling pasangan suami istri, Solikhin dan Muslika, Veni Nardianto lolos pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol).

Veni Nardianto, dengan mengenakan seragam cokelat beratribut lengkap Taruna Akpol berkunjung ke Mapolres Jombang di Jalan Wahid Hasyim, Semarang, Jawa Tengah.

“Mumpung ada kesempatan ke Jombang, sebelum kembali ke Asrama,” kata pria yang sehari-hari dipanggil Antok mengawali pembicaraannya kepada Beritaekspres.com, Jumat (7/1/2022).

Antok bercerita perjuangannya menembus Akpol yang berlangsung cukup panjang. Anak kedua dari pasangan Solikhin dan Muslikah itu dinyatakan lolos dan mengikuti pendidikan Akpol di Semarang.

Veni menuturkan, ayahnya adalah seorang pedagang kecil yang sehari-hari berjualan tahu keliling ke sejumlah Kampung di kota santri. Namun, dia punya cita-cita besar untuk menjadi Taruna Akpol.

“Saya terus berusaha mewujudkan cita-cita dengan giat berlatih dan berprestasi di sekolah,” tutur Antok Alumni SDN Ngudirejo 1 yang melanjutkan ke SMPN 3 Jombang ini.

Upayanya mengejar cita-cita, mulai terasa ketika dia berhasil masuk SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah lewat jalur beasiswa hingga lulus tahun 2017.

“Setelah lulus sekolah, saya mendaftar Akpol melalui Panda Polda Jatim dan alhamdulillah masuk kuota terus sampai akhirnya lulus dan diterima jadi Taruna tahun 2018,” ujarnya.

Selama menjalani tes di Mapolda Jatim, dia pulang pergi dari Jombang ke Surabaya menggunakan bus. Tak jarang dia harus berangkat dari Jombang sejak subuh karena pelaksanaan tes pagi hari.

“Biaya wira-wiri menggunakan uang tabungan dari beasiswa selama di SMA Taruna Nusantara Magelang,” ungkapnya.

Antok mengaku hingga saat ini dia masih menjalani pendidikan Akpol tingkat IV. Tahun ini pendidikan berakhir, akan segera lulus dan dilantik menjadi Perwira Polri.

Insyaallah bulan Juli nanti selesai pendidikan dan pelantikan,” ujar Antok dengan penuh rasa bangga.

Sementara, ibunya Muslikah menceritakan dirinya sering diolok-olok tetangganya karena dianggap tak memilik uang untuk menjadikan anaknya sebagai polisi.

Namun Muslikah dan suaminya, Solikhin tidak pernah menghiraukan ocehan orang-orang di sekitarnya.

Setiap anaknya menjalani tes hingga menunggu pengumuman dia bersama suaminya selalu berdoa dan rela tidak tidur sampai larut malam hingga anaknya pulang.

“Dengan memberikan motivasi kepada anak agar selalu belajar dengan giat dan orang tua yang selalu mendoakan, alhamdulillah dikabulkan Allah SWT,” ujar Muslikah.

Dia berpesan kepada para orang tua agar tidak berkecil hati untuk mewujudkan cita-cita anaknya menjadi Polisi. Walaupun dengan keterbatasan ekonomi, ternyata anaknya dapat mencapai cita-citanya.

“Jangan takut mendaftarkan anaknya jadi polisi, suami saya penjual tahu keliling membuktikan sendiri, ternyata jadi polisi itu gratis dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya. (Muh Nurcholis)