5 Oknum Polisi di Medan Diadili Curi Uang Rp650 Juta Hasil Penggeledahan

0
186
Ilustrasi Penjara

BERITA MEDAN – Lima personel Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara dengan dakwaan pencurian uang sebesar Rp650 juta dan sejumlah barang hasil penggeledahan dari rumah bandar narkoba, Rabu (10/11/2021).

Kelima oknum polisi Polrestabes Medan itu yakni, Matredy Naibaho, Toto Hartono, Dudi Efni, Marjuki Ritonga dan Rikardo Siahaan merupakan Anggota Team II Unit I di Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Sebelumnya, Matredy Naibaho mendapat informasi bahwa Jusuf alias Jus adalah bandar yang menyimpan narkoba di asbes rumahnya di Jalan Menteng VII Gg Duku, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Pada 3 Juni 2021 sekira pukul 10.00 WIB, kelimanya berangkat menuju ke lokasi dan bertemu dengan Imayanti istri dari Jusuf alias Jus. Saat memasuki rumah tersebut, Dudi Efni sengaja merusak kabel CCTV.

Lalu, kelima oknum polisi tersebut melakukan penggeledahan yang disaksikan kepala lingkungan setempat dan Imayanti. Disana ditemukan alat isap sabu, laptop, paket kecil diduga berisi sabu. Kemudian dari asbes rumah ditemukan tas wanita yang berisi sejumlah uang.

Selanjutnya, Matredy Naibaho mengambil koper warna hitam dari lemari yang ada di dalam kamar. Mereka pun memasukkan uang tersebut ke dalam koper. Setelah penggeledahan mereka kembali ke Polrestabes Medan.

Namun sayangnya, uang hasil penggeledahan yang disita kelima oknum polisi dari rumah tersangka Jusuf alias Jus tersebut, bukannya dibawa ke Polrestabes Medan melainkan diambil para terdakwa untuk dibagi-bagikan.

Ricardo Siahaan mengaku, mengambil uang Rp50 juta sebagai uang rokok. Sedangkan Rp600 juta berdasarkan kesepakatan dibagi-bagi dengan rincian, Matredy Naibaho Rp200 juta, Rikardo Siahaan Rp100 juta, Dudi Efni Rp100 juta, Marjuki Ritonga Rp100 juta Toto Hartono Rp95 juta dan dipotong uang posko Rp5 juta.

Belakangan, kasus Imayanti dihentikan penyelidikan perkaranya karena belum ditemukan bukti permulaan yang cukup berdasarkan Surat Penghentian Penyelidikan No.183-a/VI/Res.4.2/2021 Res Narkoba tanggal 25 Juni 2021 yang ditandatangani Kasat Narkoba Polrestabes Medan atas nama, Oloan Siahaan.

Imayanti Istri Jusuf alias Jus Membuat Laporan ke Polda Sumut

Berkaitan hal tersebut, pada 23 Juni 2021, Imayanti istri dari Jusuf alias Jus melalui anaknya yaitu saksi Rini Susanti membuat laporan ke Polda Sumatera Utara.

Laporan itu menyatakan bahwa Tim Satuan Narkoba Polrestabes Medan yang dipimpin Didi Efni saat melakukan penggeledahan dilakukan secara melawan hukum.

Dimana penggeledahan yang dilakukan pada 3 Juni 2021, kelima terdakwa oknum polisi mengambil uang dari dalam tas yang terletak di plafon asbes dan barang-barang dari dalam rumah Imayanti dan Jusuf alias Jus.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Randi Tambunan memaparkan bahwa perbuatan para terdakwa atau kelima oknum polisi tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana Primair Pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP.

Kedua, Pasal 365 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP Subsidair Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dan Kedua Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Ketiga Pasal 62 UU RI No. 5 tahun 1997, tentang Psikotropika. (Roy/KBRXXI)